get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Kedatangan Presiden, Nganjuk Satukan Elemen Lewat Relokasi Patung Marsinah

Buruh Nganjuk Soroti Pembongkaran Patung Marsinah, Ini yang Dikatakannya

Selasa, 07 April 2026 | 11:52 WIB
header img
Patung marsinah saat di evakuasi. Foto:ist

NGANJUK, inews Sidoarjo.id - Patung lama Marsinah yang berdiri sejak sekitar 2015 di tepi Jalan Raya Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, dibongkar seiring pembangunan monumen baru di lokasi yang sama.

Pembangunan ini dilakukan setelah Marsinah ditetapkan sebagai pahlawan nasional dari kalangan buruh. Monumen baru tersebut dirancang lebih representatif, dengan patung berbahan perunggu serta penataan kawasan yang diperluas menjadi rest area.

Peresmian monumen rencananya akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026. Namun, pembongkaran patung lama memunculkan sorotan publik.

Hingga beberapa waktu setelah dibongkar, patung tersebut belum memiliki kepastian lokasi penempatan, dan sempat terlihat tergeletak di pekarangan samping bangunan Koperasi Desa Merah Putih. Dihubungi via telepon, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kabupaten Nganjuk, Kelik Widi Wahyuono, menyayangkan kondisi tersebut.

Ia menegaskan bahwa patung lama memiliki nilai historis dan emosional bagi kalangan buruh. “Patung itu dibangun dari hasil gotong royong buruh secara sukarela, di luar iuran organisasi. Dana yang terkumpul sekitar Rp50 jutaan digunakan untuk pembuatan patung, sementara fondasinya dikerjakan oleh tukang lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, patung tersebut merupakan simbol perjuangan yang kini telah menjadi milik bersama. Karena itu, ia berharap penempatannya dilakukan secara layak dan terhormat. “Bagaimanapun, Marsinah adalah pahlawan nasional. Ini bukan sekadar patung, tetapi simbol perjuangan buruh yang menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Nglundo, Ansori, menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari pembangunan monumen baru. Sementara untuk patung lama, pihak desa masih menyiapkan opsi penempatan. “Ada beberapa alternatif, di antaranya ditempatkan di area makam atau di lapangan, yang nantinya akan diperbaiki kembali menjadi monumen,” ujarnya saat ditemui Selasa (7/4/2026).

Ia mengakui, proses pemindahan patung mengalami kendala teknis karena bobotnya yang berat. Untuk menurunkan patung, diperlukan bantuan crane dari pemadam kebakaran. Namun, keterbatasan akses membuat kendaraan tidak dapat menjangkau area gudang penyimpanan. “Karena itu, patung sempat diturunkan di lokasi terdekat yang bisa dijangkau. Untuk pemindahan selanjutnya memang membutuhkan tenaga tambahan,” katanya.

Ansori menambahkan, saat ini patung lama tersebut telah diamankan di Gedung Olahraga desa setempat, sembari menunggu keputusan final terkait lokasi penempatannya. "Hari ini kita amankan di GOR," pungkasnya.

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut