Diversifikasi ke Asia Tengah Jadi Strategi Mitigasi Lesunya Industri Otomotif Nasional
Penjualan bersih tumbuh 2 persen secara tahunan menjadi Rp2,46 triliun, sementara laba bersih melonjak 15 persen menjadi Rp71 miliar. Struktur permodalan yang solid tercermin dari rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) yang terjaga di level 0,3 kali. Dari sisi operasional, modernisasi lini produksi menjadi fokus utama untuk menembus rantai pasok global yang kian selektif.
Perusahaan yang telah beroperasi hampir lima dekade ini mengoptimalkan tujuh unit pabrik, termasuk fasilitas komponen baut (fastener) yang kini telah beroperasi penuh.
Direktur PT Indospring Tbk, Teddy Limyanto, menuturkan bahwa adopsi teknologi ramah lingkungan telah menjadi prasyarat utama untuk bersaing di pasar Eropa dan Tiongkok. “Implementasi teknologi CED Coating dan elektrifikasi proses pemanasan kami lakukan untuk memenuhi standar ketat pabrikan global. Dengan kapabilitas tersebut, peluang kemitraan baru dengan prinsipal otomotif internasional tetap terbuka,” jelas Teddy.
Memasuki 2026, peta jalan perseroan bertumpu pada tiga pilar utama, yakni ekspansi agresif ke Asia Tengah, optimalisasi kapasitas fastener untuk substitusi impor di pasar domestik, serta pemenuhan sertifikasi kualitas bagi pabrikan asal Tiongkok dan Eropa. “Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi industri manufaktur nasional di tengah persaingan rantai pasok global yang semakin kompetitif,” pungkas Teddy.
Editor : Aini Arifin