get app
inews
Aa Text
Read Next : Gagal Teramati, Posisi Hilal di Bukit Condrodipo Masih Minus 2 Derajat

Diversifikasi ke Asia Tengah Jadi Strategi Mitigasi Lesunya Industri Otomotif Nasional

Kamis, 29 Januari 2026 | 16:07 WIB
header img
Industri komponen otomotif di Gresik, Jawa Timur. Foto:ist.

GRESIK, iNewsSidoarjo.id – Perlambatan industri otomotif nasional mendorong pelaku industri komponen untuk semakin agresif membidik pasar internasional. Diversifikasi pasar dinilai menjadi strategi krusial guna menjaga kesinambungan pertumbuhan di tengah melemahnya permintaan domestik.

Menghadapi proyeksi 2026, PT Indospring Tbk menetapkan ekspansi ke kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah sebagai prioritas, dengan fokus pada Uni Emirat Arab (UAE) dan Uzbekistan. Langkah ini diambil sebagai respons atas kontraksi produksi kendaraan roda empat nasional sepanjang 2025 yang mencapai 7,2 persen.

Penurunan volume produksi dari 866.000 unit menjadi 804.000 unit menekan kinerja pasar domestik dan menuntut perluasan pasar ekspor sebagai penyeimbang. Dewan Direksi PT Indospring Tbk (INDS), Bob Budiono, menegaskan bahwa penetrasi luar negeri merupakan kunci menjaga resiliensi bisnis perseroan. “Kami menyikapi tantangan domestik dengan memperluas jangkauan ekspor. UAE, Arab Saudi, hingga Uzbekistan menjadi fokus utama ekspansi tahun ini,” ujar Bob dalam paparan publik di Gresik, Kamis (29/1).

Selain menggarap pasar baru, perseroan juga memperkuat posisi di pasar mapan seperti Amerika Serikat dan Australia. Strategi ini terbukti efektif dalam memitigasi risiko nilai tukar, di tengah depresiasi Rupiah sebesar 3,8 persen terhadap dolar AS. Hingga kuartal III-2025, kinerja keuangan INDS tetap menunjukkan tren positif.

Penjualan bersih tumbuh 2 persen secara tahunan menjadi Rp2,46 triliun, sementara laba bersih melonjak 15 persen menjadi Rp71 miliar. Struktur permodalan yang solid tercermin dari rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) yang terjaga di level 0,3 kali. Dari sisi operasional, modernisasi lini produksi menjadi fokus utama untuk menembus rantai pasok global yang kian selektif.

Perusahaan yang telah beroperasi hampir lima dekade ini mengoptimalkan tujuh unit pabrik, termasuk fasilitas komponen baut (fastener) yang kini telah beroperasi penuh.

Direktur PT Indospring Tbk, Teddy Limyanto, menuturkan bahwa adopsi teknologi ramah lingkungan telah menjadi prasyarat utama untuk bersaing di pasar Eropa dan Tiongkok. “Implementasi teknologi CED Coating dan elektrifikasi proses pemanasan kami lakukan untuk memenuhi standar ketat pabrikan global. Dengan kapabilitas tersebut, peluang kemitraan baru dengan prinsipal otomotif internasional tetap terbuka,” jelas Teddy.

Memasuki 2026, peta jalan perseroan bertumpu pada tiga pilar utama, yakni ekspansi agresif ke Asia Tengah, optimalisasi kapasitas fastener untuk substitusi impor di pasar domestik, serta pemenuhan sertifikasi kualitas bagi pabrikan asal Tiongkok dan Eropa. “Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi industri manufaktur nasional di tengah persaingan rantai pasok global yang semakin kompetitif,” pungkas Teddy.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut