Tak Ada Perintah Maupun Uang Rp100 Juta, Ini Motif Terdakwa Bunuh Juragan Rosok di Sidoarjo

Nanang Ichwan
.
Kamis, 24 November 2022 | 13:58 WIB
Muhammad Joko Wijoyo, terdakwa kasus pembunuhan juragan rosokan bernama Sabar di Desa Tenggulunan, RT 19/RW 07 Kecamatan Candi, Sidoarjo ketika menjalani sidang online di PN Sidoarjo. (Foto : iNews Sidoarjo).

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Muhammad Joko Wijoyo, terdakwa kasus pembunuhan juragan rosokan bernama Sabar di Desa Tenggulunan, RT 19/RW 07 Kecamatan Candi mengungkap fakta menarik.

Ternyata, terdakwa tidak pernah ada perintah dari siapapun, termasuk saudaranya yang bernama E maupun soal uang Rp 100 juta yang sempat disebut-sebut ketika penyidikan.

"Saya tidak pernah ada yang perintah, termasuk uang sebagai eksekutor sebesar Rp 100 juta itu juga tidak benar. Semua ini atas inisiatif saya sendiri," ungkapnya ketika diperiksa sebagai terdakwa di PN Sidoarjo.

Terdakwa mengungkapkan, dirinya membunuh korban Sabar dengan cara ditembak sebanyak dua kali ketika berada di depan rumahnya. Ia mengaku motif penembakan itu karena sakit hati, dendam setelah 6 tahun lalu korban menganggu istri saudaranya berinisial E.

"Saya sakit hati karena saudara saya diperlakukan seperti itu (dilecehkan)," ungkapnya.

Terdakwa menceritakan, awal mula dirinya mengetahui korban berada di wilayah Sidoarjo dengar dari tetangganya yang ada di Pasuruan. Katanya, korban berada di wilayah Pasar Larangan Sidoarjo sebagai juragan rosok.

Setelah mendapat kabar itu, empat hari sebelum kejadian pembunuhan, terdakwa bermain ke wilayah Sidoarjo untuk sekedar ngopi dan melihat korban di warung kopi tersebut.

Melihat itu, terdakwa akhirnya menelisik hingga mengetahui keberadaan rumah korban. Tepat pada di Desa Tenggulunan, RT 19/RW 07 Kecamatan Candi, Sidoarjo sekitar pukul 20.00 WIB, pada Rabu (29/6/2022) silam.

"Saya sempat berhenti dan berjara 2 meter dengan korban. Saya langsung tembak dengan senjata api sebanyak dua kali," ucapnya.

Setelah itu, terdakwa mengaku langsung melarikan diri menggunakan motor Vario menuju arah timur atau ke arah Pasar Larangan Sidoarjo untuk melarikan diri.

"Senjata api, helm hingga jaket lalu saya buang di wilayah perumahan di Sidoarjo," ungkapnya.

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini