Konsisten Belajar 2 Jam, Siswi MTs Bilingual Muslimat NU Juara Kompetisi Sains Madrasah IPA

Yoyok Agusta
.
Sabtu, 17 September 2022 | 07:49 WIB
Siswi MTs Bilingual Muslimat NU Kelas Sembilan Carissa Fawwaz Kurniova. (Foto:Yoyok Agusta/iNewsSidoarjo)

PENDIDIKAN, iNewsSidoarjo.id-Carrissa Fawwaz Kurniova, siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo, sukses menyabet juara tiga Kompetisi Sains Madrasah (KSM) IPA tingkat provinsi.

Dalam proses kompetisi itu, diikuti seratus empat belas peserta dari para pelajar MTs sejawa timur.

Keberhasilan Carissa menorehkan prestasi, tidak didapat begitu saja, selain peranan pihak sekolah dalam mendidik juga adanya kerja keras, semangat dalam belajar.

Bahkan, Carissa mengaku dirinya selalu belajar selama dua jam usai pulang sekolah. Kebiasaan itu dilakukan setiap hari, dan selalu konsisten belajar.

“konsisten saja setiap hari belajar, meski capek saya selalu meyempatkan waktu untuk belajar. Setiap hari saya selalu belajar hingga dua jam,” ungkap Carissa, Jumat (17/9/22).

Kendati hanya menyabet juara tiga, namun siswi kelas sembilan itu mengaku senang, dapat membawa nama baik sekolahnya di tingkat provinsi.

“Senang sekali bisa juara tiga dalam kompetisi sains IPA, perjuangan saya tidak sia-sia. Ke depan saya akan lebih giat belajar lagi, agar nanti bisa lebih berprestasi,”ungkap Carissa.

Dengan prestasi yang ditorehkan siswi MTs Bilingual Muslimat NU tersebut, Carissa memiliki kesempatan mengikuti kompetisi serupa di tingkat nasional.


Kepala Sekolah MTs Bilingual Muslimat NU Syamsuhadi
 
Sementara itu, Kepala sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo Syamsuhari menyatakan, selain Carissa, juga terdapat siswa didiknya yakni Abdul Munip menyabet juara satu tingkat kabupaten, dengan nilai tertinggi mata pelajaran matematika, dalam USN kancah olimpiade level Kemendikbud.
 
“Yang jelas di MTs Bilingual Muslimat NU dari tahun ketahun perkembangan anak didiknya yang punya prestasi selalu berkembang, sesuai dengan kemampuan peserta didik, karena kami tidak menganut mazhab unggulan, kalo peserta didik ingin tampil sebagai seorang juara di tingkat olimpiade perlu dibina secara terus menerus dan konsisten,” kata Syamsu.
 
Lebih jauh Syamsu mejelaskan, pihaknya selalu memberikan pelajaran seperti biasa kepada anak didiknya, hal itu dilakukan karena tidak menganut mazhab kelas unggulan maupun siswa unggulan.
 
“intinya kita tidak menerapkan mazhab unggulan, karena pada dasarnya jika itu kami terapkan maka diskriminasi. Ketika kita diskriminasi maka secara otomatis tidak dalam tataran ketika manusia itu diciptakan oleh ALLAH dengan kemampuan yang sama, tinggal bagaimana sekolah yang diberikan orang tua amanah untuk mengasah anak didiknya itu agar anak didik di sini memiliki kemampuan yang sama,”pungkas Syamsu.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Follow Berita iNews Sidoarjo di Google News

Bagikan Artikel Ini