SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id- Pengendara yang biasa melintas di Jalan Pahlawan, Sidoarjo, tepatnya di perlintasan kereta api JPL 59, bakal menghadapi perubahan besar.
Perlintasan sebidang tersebut nantinya tidak lagi digunakan kendaraan setelah flyover dibangun sebagai bagian dari proyek Surabaya Regional Rail Line (SRRL) fase 1A.
Flyover JPL 59 disiapkan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran perjalanan kereta api pada jalur Surabaya-Sidoarjo.
Infrastruktur tersebut menjadi salah satu dari tiga flyover yang masuk dalam paket pembangunan SRRL fase 1A.
Humas Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Alfaviega Septian Pravangasta mengatakan, dua flyover lainnya akan dibangun di wilayah Surabaya. Sementara satu flyover berada di Sidoarjo, tepatnya di Jalan Pahlawan, JPL 59. "Kalau yang di Sidoarjo, tepatnya berada di Jalan Pahlawan, di JPL 59. Di situ nanti pada perlintasan yang menuju masuk stasiun akan dibangun flyover," ujar Alfaviega, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, pembangunan flyover tersebut nantinya membuat perlintasan sebidang JPL 59 tidak lagi digunakan oleh kendaraan.
Palang perlintasan akan dihilangkan dan seluruh arus kendaraan dialihkan melalui flyover. "Ketika flyover sudah dibangun, perlintasan di bawahnya akan ditutup. Semua kendaraan nantinya akan dialihkan melalui flyover," jelasnya.
Skema tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api.
Dengan tidak adanya lagi perlintasan sebidang, potensi konflik antara kendaraan dan perjalanan kereta api di titik tersebut dapat diminimalkan.
Saat ini, pembangunan SRRL fase 1A yang menghubungkan Surabaya-Sidoarjo masih berada pada tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Penyusunan desain tersebut ditargetkan rampung paling cepat akhir tahun ini atau paling lambat awal 2027.
Setelah DED selesai, proyek akan memasuki tahapan tender internasional sebelum dilanjutkan ke tahap konstruksi. Pembangunan SRRL diperkirakan mulai dikerjakan paling lambat pada 2027 atau 2028.
Alfaviega menambahkan, pembangunan flyover JPL 59 menjadi satu paket dengan proyek SRRL.
Namun, pendanaan flyover tidak berasal dari pinjaman KfW yang digunakan dalam pembiayaan proyek SRRL. "Flyover akan dibiayai melalui APBN," katanya.
Sementara itu, terkait kebutuhan lahan, sebagian besar trase jalur kereta api Surabaya-Sidoarjo telah tersedia.
Karena itu, kebutuhan pembebasan lahan diperkirakan tidak terlalu signifikan. "Untuk jalur kereta api dari Surabaya ke Sidoarjo, sebagian besar sudah tersedia tempat untuk double track. Mungkin ada beberapa yang perlu dibebaskan, terutama untuk perluasan stasiun, tapi masih kami hitung kebutuhannya dalam DED," pungkasnya.
Editor : Hidayat Adi
Artikel Terkait
