Makam Bung Karno di Blitar Resmi Dibuka 24 Jam, Pemkot Siapkan Petugas Sistem Shift

Yoyok Agusta
Makam bung Karno resmi dibuka selama 24 jam, petugas akan menjaga dengan sistem shift. Foto:Yoyok Agusta

BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Makam Bung Karno (MBK) di Kota Blitar resmi dibuka untuk umum selama 24 jam. Kebijakan tersebut ditandai dengan kegiatan tasyakuran yang digelar Pemerintah Kota Blitar bersama jajaran Muspida dan ratusan warga, Sabtu (15/8/2026) malam.

Pembukaan layanan 24 jam ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Blitar memberikan kemudahan bagi masyarakat dan peziarah yang ingin berkunjung ke makam Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kapan saja.

Tasyakuran tersebut dibuka langsung Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin. Dalam kegiatan itu, keluarga Bung Karno melalui Romy Soekarno juga turut memberikan arahan secara daring.

Syauqul menjelaskan, pemilihan momentum pembukaan MBK selama 24 jam tidak lepas dari penanggalan Jawa. Tanggal 15 Agustus 2026 bertepatan dengan malam Minggu Kliwon, sementara Bung Karno wafat pada 21 Juni 1970 yang juga bertepatan dengan Minggu Kliwon. “Ini bertepatan dengan momentum wafat beliau. Maka dari itu Pemerintah Kota Blitar membuka MBK 24 jam, sehingga memfasilitasi seluruh masyarakat dan para peziarah untuk bisa datang ke Kota Blitar menziarahi Bung Karno kapan pun, pagi, siang maupun malam,” ujar Syauqul.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari konsep pelayanan publik sepanjang waktu. Pemkot Blitar secara bertahap juga mendorong sejumlah fasilitas agar dapat beroperasi selama 24 jam. “Pemerintah ingin melayani masyarakat sepenuh waktu, dalam artian 24 jam,” tegasnya.

Syauqul menilai pembukaan MBK selama 24 jam tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ziarah, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Dengan semakin banyak fasilitas yang beroperasi sepanjang hari, wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas ketika berada di Kota Blitar. Sejumlah tempat nongkrong, kafe dan fasilitas lainnya juga mulai beroperasi hingga malam bahkan 24 jam. “Banyak fasilitas yang buka 24 jam tentunya wisatawan yang ada di Kota Blitar meningkat. Seluruh fasilitas umum juga kami rencanakan akan buka 24 jam,” katanya.

Pemkot juga melihat peluang pengembangan wisata malam. Para wisatawan yang melakukan perjalanan pada siang hari dapat melanjutkan aktivitas wisata dan menginap di Kota Blitar pada malam hari.

Konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat hunian penginapan sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku usaha di sekitar destinasi wisata.

Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan dengan baik, Pemkot Blitar telah menyiapkan petugas dengan sistem kerja shift. Keamanan dan pelayanan terhadap peziarah menjadi perhatian utama dalam penerapan jam operasional 24 jam tersebut. “Kita sudah menyiapkan petugas keamanan dan memfasilitasi wisatawan yang dari jauh untuk berziarah setiap saat. Banyak wisatawan yang ingin berziarah pada malam hari karena suasananya lebih khusyuk,” jelas Syauqul.

Ia menambahkan, masyarakat yang datang dengan niat baik untuk berziarah tidak perlu khawatir dengan aspek keamanan. Pemerintah memastikan petugas tetap berjaga selama makam dibuka sepanjang waktu.

Terkait aktivitas pedagang di sekitar kawasan makam, Syauqul mengatakan pengaturan akan dilakukan secara kondisional. Fokus utama pembukaan MBK 24 jam, kata dia, adalah memberikan pelayanan kepada para peziarah. “Intinya pembukaan ini dalam rangka memfasilitasi peziarah. Bung Karno berhak didoakan oleh masyarakat, oleh seluruh bangsa Indonesia. Kalau peziarah datang ke sini dan tidak dilayani dengan baik, tentu tidak baik juga,” ujarnya.

Menurut Syauqul, ziarah ke makam Bung Karno juga tidak sebatas kegiatan ritual, tetapi menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengambil hikmah dan inspirasi dari pemikiran serta perjuangan Bung Karno sebagai salah satu fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam pengelolaan MBK, Pemkot Blitar juga terus berkoordinasi dengan keluarga Bung Karno. Syauqul menyebut pihaknya secara berkala melaporkan jumlah kunjungan ke makam kepada Megawati Soekarnoputri.

Ia mengatakan, Megawati juga memberikan perhatian terhadap ketertiban peziarah agar kawasan makam tetap kondusif. “Beliau berpesan para peziarah juga dilakukan secara tertib, jangan terlalu banyak di dalam agar tidak berjubel. SOP ini kami terapkan,” kata Syauqul.

Selain pengaturan jumlah pengunjung, Pemkot Blitar juga akan melakukan pembenahan sejumlah fasilitas di kawasan MBK, termasuk pencahayaan

Editor : Hidayat Adi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network