Tingkat Kehilangan Air di PDAM Sidoarjo Capai 40 Persen

Hidayat Adi
Dewan pengawas PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Siti Mussarofah saat dikonfirmasi terkait Tingkat Kehilangan Air. Foto:ist

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id- Dewan Pengawas Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Dra Siti Musyarofah menyebut tingkat kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW) di PDAM Sidoarjo masih berada di kisaran 40 persen. Jumlah tersebut lanjutnya, jauh diatas target nasional yang berada di kisaran 25-29 persen.

Menurut Ovi (sapaan akrab Siti Mussarofah) tingkat kehilangan air merupakan satu dari sekian problem yang menjadi PR jajaran direksi baru. Berdasarkan evaluasinya, tingginya tingkat kehilangan air bukan hanya disebabkan kebocoran pipa tua, melainkan juga dipengaruhi adanya sambungan ilegal, kerusakan jaringan akibat pekerjaan utilitas lain, hingga minimnya koordinasi antar instansi saat proyek infrastruktur berlangsung. "Yang paling berat memang menurunkan tingkat kehilangan air. Itu bukan hanya terjadi di Sidoarjo, hampir semua PDAM menghadapi persoalan yang sama. Tetapi direksi baru harus memiliki inovasi agar angka itu bisa terus ditekan," tegas Ovi.

Ia mengungkapkan, sebagian jaringan perpipaan di Sidoarjo telah berusia puluhan tahun sehingga rawan mengalami kebocoran. Selain itu, pekerjaan utilitas seperti pemasangan jaringan gas, kabel listrik maupun proyek jalan juga kerap memicu kerusakan pipa apabila koordinasi antarinstansi tidak berjalan baik. Untuk mengurangi tingkat kehilangan air, PDAM sebenarnya telah menerapkan berbagai langkah, seperti penggunaan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk memantau jaringan distribusi secara digital serta membentuk Tim Kelelawar, yakni petugas yang melakukan patroli malam guna mendeteksi titik-titik kebocoran.

Namun, Dewas PDAM Delta Tirta menilai upaya tersebut masih perlu diperkuat dengan inovasi baru dari direksi yang akan datang. "Program yang baik harus diteruskan, tetapi direksi baru juga harus menghadirkan inovasi. Jangan hanya mempertahankan sistem lama kalau masih bisa dibuat lebih efektif," tegasnya.

Selain TKA, Dewas juga menyoroti keluhan pelanggan yang masih didominasi persoalan kebocoran pipa dan tekanan air yang belum stabil di sejumlah wilayah. Menurut Ovi, pola distribusi air harus disesuaikan dengan kondisi konsumsi masyarakat agar tidak memicu kebocoran akibat tekanan berlebih.

Ia mencontohkan, saat musim libur panjang banyak kawasan perumahan kosong karena ditinggal pemiliknya. Jika tekanan air tidak disesuaikan, kebocoran bisa berlangsung berhari-hari tanpa diketahui. "Kadang tiga hari bocor baru ketahuan karena warga sedang pergi semua. Itu merugikan perusahaan. Karena itu pengaturan tekanan air harus benar-benar diperhatikan," katanya.

Disamping itu, salah satu evaluasi yang menjadi perhatian Dewas adalah lambannya penanganan kebocoran pipa distribusi. Dia mencontohkan kasus kebocoran di kawasan Tawangsari yang sempat berlangsung cukup lama, karena lokasi pipa berada di sekitar jalur kereta api sehingga membutuhkan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Meski memahami kendala teknis di lapangan, Dewas meminta direksi tidak membiarkan persoalan berlarut-larut.

Hal itu tidak hanya berdampak pada pelayanan pelanggan, melainkan mengurangi pendapatan perusahaan. "Kalau ada kendala, bisa koordinasi dengan KAI ya segera diselesaikan. Kebocoran tidak boleh dibiarkan lama, karena selain mengganggu pelayanan, juga menyebabkan kehilangan air yang berdampak pada pendapatan perusahaan," tegasnya Selain itu, Dewas juga mengajak masyarakat ikut mengawasi jaringan distribusi air dengan segera melaporkan apabila menemukan kebocoran di lingkungan sekitar.

Menurutnya, laporan warga sering kali menjadi informasi awal sebelum petugas turun ke lapangan. "Tanpa laporan masyarakat, kadang kebocoran tidak cepat diketahui. Karena itu hubungan PDAM dengan masyarakat harus terus diperkuat agar setiap gangguan bisa segera ditangani," tandasnya.

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network