Menurutnya, donor merupakan kolektor yang selama ini aktif mengumpulkan fosil dari para penemu di berbagai daerah, sebelum akhirnya menyerahkan kembali koleksi tersebut kepada lembaga dan museum pemerintah. “Beliau selama ini banyak membantu museum, termasuk Museum Geologi dan Museum Nasional. Hari ini Museum Tritik mendapat hibah yang relatif sangat banyak dengan berbagai jenis fosil,” ujar Amin.
Kabid Kebudayaan Disporabudpar Nganjuk itu menilai penambahan koleksi akan memperkuat daya tarik Museum Tritik sebagai pusat edukasi sejarah dan paleontologi di Kabupaten Nganjuk.
Pihak museum, lanjut Amin, akan melakukan tahapan konservasi terhadap seluruh koleksi sebelum dipilah untuk kebutuhan display pameran. “Koleksi ini nantinya akan dikonservasi terlebih dahulu, kemudian dipilih mana yang akan dipamerkan sebagai rotasi koleksi. Dengan begitu, masyarakat yang datang bisa melihat hal-hal baru dan tidak bosan dengan koleksi yang itu-itu saja,” ucapnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan para kolektor dapat terus terjalin guna mendukung pengembangan Museum Tritik menjadi pusat edukasi dan pelestarian warisan purbakala yang lebih lengkap di Nganjuk.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan
Artikel Terkait
