Temuan Batu Bertulis 1326 Saka di Nganjuk, Diduga Peninggalan Era Majapahit

Johnarief
Batu andesit yang ditemukan warga. (Foto: Istimewa).

NGANJUK, iNewsSidoarjo.id - Sebuah batu andesit berinskripsi angka tahun ditemukan di area persawahan warga Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (4/4/2026).

Batu tersebut diduga berasal dari masa Kerajaan Majapahit. Batu berbentuk persegi dengan panjang sekitar 70–80 sentimeter itu ditemukan dalam kondisi patah di salah satu sisi.

Pada bagian permukaan terdapat pahatan angka tahun dalam bingkai garis timbul yang juga dihiasi motif bunga di bagian awal dan akhir inskripsi.

Namun, sebagian motif awal diketahui telah hilang akibat patahan. Temuan ini bermula dari laporan warga yang diterima komunitas pegiat sejarah Kotasejuk melalui pesan WhatsApp. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim kemudian mendatangi lokasi dan memastikan keberadaan batu yang tergeletak di pojok sawah, tepat di tepi jalan.

Ridwan, warga setempat yang pernah bekerja sebagai buruh tani di lokasi itu, mengatakan batu tersebut sudah lama berada di area persawahan. “Selama ini warga mengira hanya batu biasa untuk patok batas sawah,” ujarnya.

Salah satu pegiat Kotasejuk, Aries Trio Efendi, menyebut inskripsi angka yang terbaca adalah 1326 Saka atau setara dengan tahun 1404 Masehi. “Kami belum bisa memastikan fungsi batu ini, apakah ambang pintu, batas wilayah, atau bagian struktur lain. Masih perlu penelitian lebih lanjut,” katanya.

Pihak komunitas kemudian berkoordinasi dengan pemilik lahan dan mendapat izin untuk mengamankan temuan tersebut. Saat ini, batu telah dipindahkan dan dititipkan ke rumah warga terdekat guna menghindari kerusakan lebih lanjut. Temuan tersebut juga telah dilaporkan ke dinas terkait. Rencananya, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Porabudpar) akan melakukan tindak lanjut dengan penelitian lapangan. Sekitar 500 meter dari lokasi penemuan, terdapat sebuah punden yang memiliki banyak susunan bata kuno dan kini difungsikan sebagai area pemakaman.

Keterkaitan antara lokasi  dengan batu berinskripsi masih dalam tahap kajian. Minimnya temuan benda pendukung di lokasi membuat dugaan sementara bahwa batu tersebut bukan berada di tempat aslinya (tidak insitu), melainkan dipindahkan dari lokasi lain pada masa lalu.

Warga setempat juga menyebut area sawah tersebut dulunya merupakan lokasi rumah milik tokoh politik pada era 1950–1960-an. Hingga kini, asal-usul pasti dan fungsi batu bertulis tahun tersebut masih menunggu kajian lebih lanjut dari pihak berwenang.

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network