Inayah Raniyatu Jannah, salah satu peserta MTQ anak Kadin Sidoarjo, saat melantunkan ayat suci di hadapan para hakim juri. Foto: Hidayat Adi.
Lomba tersebut diadakan untuk mengakomodir para qari cilik yang ada di kabupaten Sidoarjo, agar lebih berkembang. "Sidoarjo dikenal sebagai Kota Santri. Kami ingin ekonomi daerah juga selaras dengan nilai-nilai religius. Melalui kegiatan ini, kami berharap muncul bibit-bibit baru yang nantinya bisa mewakili Sidoarjo di ajang provinsi, nasional, bahkan internasional," ungkap Ubaidillah.
Selain itu, Ubaidillah ingin agar semakin banyak generasi penerus yang mencintai Al Qur’an. “Ini salah satu ikhtiar kami di Kadin Sidoarjo. Memiliki generasi Qur’ani adalah investasi yang sangat bermanfaat, dunia dan akhirat,” ujarnya.
Ubaidillah melanjutkan, Investasi itu tidak hanya soal ekonomi saja. “Mencetak generasi saleh salihah juga merupakan investasi jangka panjang,” pungkas Ubaidillah. Ke depan, Kadin Sidoarjo ingin memperluas jangkauan peserta lomba MTQ, tidak hanya anak-anak, melainkan kategori remaja dan dewasa, guna memberikan wadah yang lebih luas bagi masyarakat Sidoarjo untuk berprestasi di bidang seni baca Al-Qur'an.
Pada Ramadan tahun ini, Kadin Sidoarjo juga telah menyiapkan sejumlah agenda lainnya, diantaranya buka puasa bersama pengurus dan para pemenang lomba, "Sahur On The Road" yang akan dilaksanakan di kawasan pasar sepanjang, pembagian takjil gratis di depan kantor Kadin Sidoarjo setiap hari selama bulan Ramadan.
Editor : Aini Arifin
