SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Beragam cara dilakukan berbagai lapisan masyarakat menyambut dan memeriahkan bulan suci Ramadan 1447. Tak terkecuali oleh salah satu hotel di kawasan Juanda Sidoarjo.
Mengangkat kearifan lokal, aneka masakan khas nusantara dihidangkan untuk menu berbuka puasa dengan olahan andalan, wajan bahari.
Tema ini mengangkat keanekaragaman hayati pesisir nusantara, yang menjadikan beragam hasil laut, menjadi olahan seafood tumpah. Kuliner pesisir nusantara dipadukan dengan pengalaman menyantap kuliner dengan cara yang unik. Untuk menarik minat pengunjung, manajemen hotel menghadirkan live cooking aneka seafood dengan beragam pilihan saus.
Pengunjung tidak hanya sekadar memesan, tetapi dapat menyaksikan langsung kepiawaian koki dalam mengolah bahan-bahan laut segar di atas wajan besar. Sajian ini dirancang untuk menciptakan suasana makan yang akrab dan meriah, di mana aneka hasil laut disajikan "tumpah" dengan bumbu khas pesisir yang kaya rempah. Aroma harum dari proses memasak langsung ini dipastikan akan meningkatkan selera makan para tamu, saat waktu berbuka tiba.
Lorjuk goreng, salah satu menu andalan yang istimewa. Sebab tidak mudah mencari lorjuk, alias kerang bambu. Foto: Hidayat Adi.
Executive Chef Premier Place Hotel Sidoarjo, Andy Abidin, menjelaskan bahwa pemilihan tema Pesisir Nusantara didasarkan pada keinginan untuk membawa kekayaan aneka hasil laut, sebagai identitas Indonesia sebagai negara bahari. "Menu tahun ini memang agak berbeda. Kami fokus pada masakan olahan seafood tumpah, dengan konsep live cooking. Motivasinya, agar pengunjung mendapat pengalaman berbeda dalam menyantap seafood,” ujar Chef Andi.
Selain olahan seafood, ada juga aneka masakan Nusantara yang disajikan. “Totalnya ada 70 menu olahan Nusantara yang siap dinikmati pengunjung, selama Ramadan,” imbuhnya. Beragam menu seafood dimasak menggunakan resep tradisional. Mulai dari cumi, udang, aneka kerang laut, ikan, hingga lorjuk alias kerang bambu.
Kehadiran olahan lorjuk ini juga salah satu yang Istimewa. Sebab jenis kerang ini hidup di pantai berlumpur, dan tidak semua pantai bisa menjadi habitat lorjuk. Di Jawa Timur, kerang bambu itu bisa ditemukan terutama di sepanjang pantai timur Pamekasan, Madura. “Lorjuk kita olah dengan goreng tepung biasa, kalau seafood lainnya dengan aneka saus,” ujar Andi.
Namun bagi pengunjung yang alergi terhadap seafood, pengunjung bisa memilih beragam menu lainnya, mulai dari rendang, botok, hingga oseng daun singkong. “Bagi yang alergi seafood, bisa memilih aneka menu nusantara lainnya,” terang chef Andi. Sebagai pelengkap makan berat, ada nasi rempah, nasi goreng, nasi jagung, hingga aneka sayuran segar. Kalau “Untuk takjil buka puasanya, kami sediakan kudapan aneka buah manis, puding, dan kurma,” pungkas Andi.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
