Konvoi Remaja Beratribut Perguruan Silat di Gedangan Sidoarjo Diamankan Polisi, Jalan Sempat Ditutup
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Aksi konvoi sekelompok remaja yang diduga mengenakan atribut perguruan silat membuat resah pengguna jalan di kawasan Gedangan, Sidoarjo, Kamis (15/1) dini hari.
Video konvoi tersebut viral di media sosial karena memperlihatkan rombongan sepeda motor menutup jalan dua arah, dari Sidoarjo menuju Surabaya dan sebaliknya, serta disebut-sebut membawa senjata tajam.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kanit Reskrim Polsek Waru Ipda Ahmad Afip membenarkan adanya peristiwa konvoi yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan itu. Ia menjelaskan, rombongan remaja tersebut bergerak dari arah Surabaya menuju Sidoarjo. “Rombongan tersebut awalnya dari arah Surabaya menuju Sidoarjo, kemudian sempat berhenti di sekitar kawasan Aloha,” ujar Ahmad Afip saat dikonfirmasi, Kamis (15/1).
Menurutnya, saat rombongan berhenti di kawasan Aloha, aparat kepolisian dari Direktorat Samapta Polda Jawa Timur (Jatim) langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan. “Pada saat mereka berhenti di sekitar Aloha, personel Ditsamapta Polda Jatim datang dan mengamankan rombongan tersebut karena dinilai membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Samapta Polresta Sidoarjo Kompol Yudhi Prastio mengatakan, patroli gabungan Sat Samapta dan Satreskrim Polresta Sidoarjo juga mengamankan belasan remaja beratribut perguruan silat di kawasan Sarirogo, Sidoarjo. “Saat itu kami melaksanakan patroli gabungan Samapta dan Satreskrim. Ketika melintas di kawasan Sarirogo, kami mendapati adanya konvoi, sehingga langsung kami amankan dan dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan dan proses hukum terhadap para remaja tersebut sepenuhnya ditangani oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo. “Lebih jelasnya ke Satreskrim Polresta Sidoarjo ya,” tambahnya. Terpisah, Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono membenarkan pengamanan terhadap para remaja tersebut.
Menurutnya, polisi lebih mengedepankan pembinaan mengingat sebagian besar yang diamankan masih berusia muda. “Para pemuda yang diamankan telah dilakukan pembinaan dan dipanggil pihak orang tuanya.
Dihadapan polisi mereka kami buatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa,” katanya. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama saat keluar rumah hingga larut malam. “Mari jaga pergaulan buah hati kita dan jaga kondusifitas kamtibmas di wilayah kita. Bila ada gangguan masyarakat, jangan ragu untuk menginformasikan ke pihak kepolisian atau dapat menghubungi layanan Polisi di 110,” pungkasnya.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
