SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Lahan tidur hampir seperempat abad di Lapas Kelas I Surabaya (Lapas Porong), Sidoarjo, kini berubah wajah. Area seluas hampir 6.000 meter persegi itu dibangkitkan melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), menjadi ladang produktif yang mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus wadah pembinaan kemandirian warga binaan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur (Kakanwil Ditjenpas Jatim) Kadiyono menegaskan, SAE Lapas Porong menjadi bukti konkret bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi langsung terhadap program strategis pemerintah. “SAE Lapas Porong ini membuka lahan seluas 5.860 meter persegi. Lahan yang sudah lama tidur kita bangkitkan untuk mendukung program ketahanan pangan,” ujar Kadiyono, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden serta program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Seluruh insan pemasyarakatan yang memiliki lahan didorong untuk mengoptimalkan potensi yang ada agar lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga produktif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Di Lapas Porong, program SAE diawali dengan penanaman jagung manis. Dengan bibit sekitar dua kilogram, lahan tersebut ditargetkan mampu menghasilkan hingga 2,5 ton jagung dalam waktu tiga bulan. “Targetnya sekitar 2,5 ton jagung. Ini bukan sekadar soal panen, tetapi semangat pemasyarakatan untuk ikut mendukung program pemerintah,” tegasnya.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
