SIDOARJO, iNews.sidoarjo.id – Ada kabar menggembirakan dari dunia literasi di Sidoarjo selama tahun 2025. Setidaknya hal itu terbukti dari meningkatnya jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Sidoarjo, di tahun lalu. Sepanjang tahun 2025, total kunjungan tercatat mencapai 185.263 orang.
Jumlah tersebut naik dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 180.569 pengunjung. Kenaikan itu menjadi indikasi minat masyarakat Sidoarjo terhadap layanan literasi, masih bisa diharapkan lebih baik lagi. Kontribusi tertinggi berasal dari layanan Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) dengan 77.123 pengunjung.
Disusul layanan Motor Pintar (Torpin) sebanyak 26.564 pengunjung, serta Perpusda pusat dengan 23.230 pengunjung. Layanan berbasis jemput bola masih menjadi andalan Disperpusip Sidoarjo. Model layanan ini dinilai efektif menjangkau sekolah dan komunitas di berbagai wilayah pelosok di Sidoarjo.
Kalangan pelajar menjadi penyumbang pengunjung terbesar ddari jumlah tersebut. Selama 2025, jumlah pelajar yang memanfaatkan layanan perpustakaan mencapai 157.039 orang. Sementara kategori mahasiswa mencatat 7.485 pengunjung, yang berasal dari Perpusda pusat dan UJLP Krian.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Sidoarjo, Rudi Setyawan, bersyukur atas meningkatkan minat literasi masyarakat Sidoarjo. Foto:ist.
Sementara itu, kategori guru tercatat 8.373 pengunjung, yang seluruhnya berasal dari layanan MPK. Selain dari dunia pendidikan, pengunjung yang mengakses layanan literasi dari perpustakaan daerah Sidoarjo juga berasal dari kalangan pegawai swasta yang mencapai 5.331 orang, disusul ASN sebanyak 1.641 orang.
Kelompok lain-lain tercatat 5.058 pengunjung, termasuk pengguna layanan Liberta dan VR. Untuk kategori disabilitas, tercatat 236 pengunjung yang seluruhnya memanfaatkan layanan Perpusda pusat. Adapun kunjungan dari kategori TNI-Polri tercatat nihil sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Sidoarjo, Rudi Setiawan, menyebut peningkatan ini sebagai sinyal positif perkembangan literasi. Ia menambahkan, layanan keliling dan komunitas menjadi faktor utama peningkatan kunjungan. “Ini menunjukkan layanan perpustakaan semakin menjangkau masyarakat,” ujarnya.
“Layanan berbasis masyarakat juga terbukti efektif mendekatkan perpustakaan kepada warga,” lanjut Rudi. Secara bulanan, kunjungan tertinggi terjadi pada Februari dengan 26.926 pengunjung, sedangkan terendah pada Maret sebanyak 1.763 pengunjung.
Menindaklanjuti gairah literasi yang semakin meningkat, perpusda Sidoarjo akan meningkatkan kualitas layanan dan inovasi. “Ke depan kami fokus memperluas akses, meningkatkan kualitas layanan, dan memperbanyak inovasi literasi,” pungkas Rudi.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
