Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak
Respons serupa diberikan kepada Suparto, peternak asal Lamongan yang mengeluhkan belum tersedianya jagung SPHP tahap ketiga meskipun koperasinya telah memperoleh alokasi. Setelah mendengar kendala tersebut, Mentan Amran meminta agar 40 ton jagung segera disalurkan melalui Bulog Bojonegoro. “Empat puluh ton, Pak,” ujar Suparto yang kemudian menuliskan kebutuhannya di atas kertas.
Mentan Amran kemudian mengarahkan jajaran Bulog untuk menindaklanjuti permintaan tersebut. Suparto pun menyampaikan terima kasih atas respons Mentan Amran terhadap kebutuhan pasokan jagung bagi peternak.
Mentan Amran menegaskan, pemerintah ingin memastikan persoalan petani dan peternak ditangani melalui solusi nyata, bukan hanya sebatas menerima aspirasi. Karena itu, penguatan produksi jagung harus berjalan beriringan dengan kepastian penyerapan dan ketersediaan pasokan bagi peternak.
Petani akan mendapatkan dukungan benih, pompa dan alat mesin pertanian sesuai kemampuan anggaran pemerintah. Hasil panen kemudian memiliki kepastian pasar melalui koperasi, sementara kelebihan produksi dapat diserap Bulog. “Ini kita bangun sistem baru,
ekosistem baru. Petani jagung dengan peternak satu kesatuan membentuk koperasi,” ujar Mentan Amran.
Melalui dukungan pengembangan lahan, sarana produksi, penyaluran jagung SPHP, serta penguatan koperasi dan peran Bulog, Kementerian Pertanian mendorong rantai pasok jagung yang lebih terintegrasi. Upaya ini diharapkan membantu petani mengembangkan produksi sekaligus memastikan peternak memperoleh pasokan pakan yang dibutuhkan.
Editor: Yoyok Agusta Kurniawan