Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pikap Angkut Saus Pecah Ban di Tol Porong Sidoarjo, Muatan Berceceran di Jalan
Advertisement . Scroll to see content

Dua Lokasi di Hutan Tritik Nganjuk Ditelusuri, Fosil hingga Diduga Mata Panah Ditemukan

Kamis, 03 September 2026 | 12:39 WIB
  • author John Arief
Dua Lokasi di Hutan Tritik Nganjuk Ditelusuri, Fosil hingga Diduga Mata Panah Ditemukan
Tim komunitas sejarah dan ekologi Nganjuk menemukan sejumlah fosil dari kehidupan masa lampau saat menelusuri hutan Tritik. Foto:ist

NGANJUK ,iNewsSidoarjo.id - Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk (Kotasejuk) menemukan sejumlah fosil kayu, fragmen tulang, serta benda yang diduga mata panah berbahan kalsedon saat melakukan observasi di kawasan Hutan Tritik, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Penelusuran yang melibatkan delapan anggota komunitas itu dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan potensi temuan paleontologi serta tinggalan aktivitas manusia masa lampau di kawasan tersebut.

Ketua Kotasejuk, Amin Fuadi, mengatakan penelusuran dilakukan pada dua titik berbeda, yakni kawasan aliran sungai dan area daratan. Pada titik di aliran sungai, tim menemukan beberapa bagian fosil kayu yang kondisinya relatif masih terjaga. “Di lokasi sungai kami menemukan beberapa fosil kayu yang cukup bagus kondisinya. Lingkungannya relatif stabil sehingga proses oksidasi tidak terlalu besar dan mineralisasi masih berlangsung,” kata Amin.

Selain fosil kayu, tim menemukan sejumlah fragmen tulang yang diduga berasal dari hewan vertebrata. Temuan tersebut belum dapat diidentifikasi lebih jauh karena masih berupa pecahan dan membutuhkan penelitian lanjutan. “Selain fosil kayu, kami juga menemukan beberapa fragmen tulang yang diduga berasal dari hewan vertebrata. Untuk jenisnya masih perlu penelitian lebih lanjut,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, tim mendapati sebuah batu yang secara bentuk menyerupai kapak perimbas. Namun, Kotasejuk belum memastikan benda tersebut merupakan artefak atau alat batu yang pernah digunakan manusia pada masa lalu. “Ada batu yang bentuknya seperti kapak perimbas, tetapi kami belum bisa memastikan itu artefak. Bisa saja hanya batu atau material sedimen yang kebetulan memiliki bentuk menyerupai kapak,” kata Amin.

Sementara pada titik pengamatan di daratan, tim menemukan sebuah benda yang diduga merupakan mata panah berbahan kalsedon. Benda tersebut memiliki panjang sekitar 15 sentimeter dan kemudian diamankan di museum untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. “Di titik daratan kami menemukan benda yang diduga mata panah dari bahan kalsedon dengan panjang sekitar 15 sentimeter. Temuan itu kami amankan di museum agar bisa diteliti lebih lanjut,” tuturnya.

Amin menegaskan, hasil observasi tersebut belum dapat menjadi dasar untuk memastikan identitas maupun usia seluruh benda yang ditemukan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan, terutama untuk membedakan material yang terbentuk secara alami dengan benda yang merupakan hasil aktivitas manusia. “Temuan-temuan ini belum bisa langsung disimpulkan. Kami perlu penelitian lebih lanjut supaya identitas, usia, dan konteks temuannya dapat diketahui secara lebih tepat,” kata Amin.

Hasil penelusuran tersebut selanjutnya menjadi bahan dokumentasi dan kajian awal Kotasejuk terhadap potensi paleontologi dan arkeologi di kawasan Hutan Tritik Nganjuk.

Editor: Hidayat Adi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut