Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BYD Rp222 Juta Digondol dari Dealer Jalan Pahlawan Sidoarjo, Driver Unit Diduga Jadi Otaknya
Advertisement . Scroll to see content

19 Lembaga Terdampak Makanan Bermasalah, SPPG Kalitengah Tanggulangin Dievaluasi Lebih Lanjut

Rabu, 02 September 2026 | 13:34 WIB
  • author Hidayat Adi
19 Lembaga Terdampak Makanan Bermasalah, SPPG Kalitengah Tanggulangin Dievaluasi Lebih Lanjut
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak saat memberikan keterangan kepada wartawan. Foto:ist

‎SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meluas di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat sedikitnya 19 lembaga pendidikan terdampak, dengan seluruh penerima mendapat makanan dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin.

‎Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Pemerintah masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima MBG. ‎“Tidak ada yang meninggal. Ada 19 lembaga pendidikan yang terdampak, salah satunya Ponpes Mambaul Hikam. Ada SMA, SMP, SD hingga TK,” ujar, Rabu 2/9/2026.

‎Emil menjelaskan keluhan kesehatan tidak hanya dialami santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam. Sejumlah sekolah juga mengalami keluhan serupa, dengan kesamaan berupa konsumsi makanan yang dipasok SPPG Kalitengah, Tanggulangin.

‎SPPG tersebut, kata Emil, sebelumnya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hasil asesmen juga menunjukkan sarana dan prasarana dinilai memadai, sementara sejumlah tenaga pengolah makanan telah memiliki sertifikasi penjamah makanan dan dapur tersebut telah memperoleh sertifikasi halal.

‎Namun, Emil menegaskan kepemilikan SLHS tidak otomatis menjamin seluruh proses penyediaan makanan bebas dari persoalan. Sertifikasi tersebut lebih banyak menilai sistem dan kondisi sarana prasarana secara umum. ‎“SLHS ini menilai sistem dan sarpras. Tetapi tetap ada ruang kalau bahan makanannya dari awalnya, atau timing pelaksanaan menyimpang dari SOP yang diverifikasi, itu bisa saja menyebabkan masalah,” ujarnya.

‎Karena itu, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui titik persoalan secara pasti. Penelusuran akan mencakup bahan makanan hingga pelaksanaan prosedur operasional, sebelum pemerintah menentukan langkah lebih lanjut terhadap SPPG Kalitengah Tanggulangin.

Editor: Hidayat Adi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut