Autopsi Ungkap Dugaan Mati Lemas pada Wanita yang Tewas di Mobil Bandara Juanda Sidoarjo
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Misteri kematian wanita yang ditemukan tak bernyawa di dalam mobil yang terparkir di kawasan Bandara Internasional Juanda, Sedati, Sidoarjo, mulai menemukan titik terang.
Hasil sementara otopsi yang dilakukan Tim Dokter Forensik Rumah Sakit Pusdik Gasum Bhayangkara Porong menunjukkan sejumlah tanda yang mengarah pada dugaan kematian akibat mati lemas atau asfiksia.
Katim Humas Rumah Sakit Pusdik Gasum Bhayangkara Porong Sidoarjo AKBP Ni Made Wiatini menjelaskan, dugaan tersebut didasarkan pada temuan pemeriksaan luar maupun pemeriksaan dalam terhadap jenazah korban. "Dari pemeriksaan luar ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul. Selain itu terdapat pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata serta kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah. Kelainan-kelainan tersebut lazim ditemukan pada kasus mati lemas atau asfiksia," ujar AKBP Ni Made, Kamis (25/6).
Selain temuan pada pemeriksaan luar, dokter forensik juga menemukan sejumlah indikasi serupa saat melakukan pemeriksaan organ dalam korban. "Pada pemeriksaan dalam, lidah, epiglotis dan saluran napas atas tampak berwarna merah kehitaman. Dinding lambung juga berwarna merah kehitaman. Selain itu ditemukan tanda-tanda pembusukan pada seluruh organ tubuh," terang Ni Made.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Untuk melengkapi proses penyelidikan, tim forensik telah mengambil sejumlah sampel yang akan diperiksa lebih lanjut di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. "Sampel yang kami ambil meliputi ginjal kanan dan kiri, lambung beserta isinya, serta kuku jari telunjuk kanan dan kiri. Semuanya akan diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur," katanya.
Dari hasil pemeriksaan lainnya, tim dokter memastikan korban tidak dalam kondisi hamil. Pemeriksaan swab vagina juga tidak menemukan adanya sperma. "Setelah dilakukan pemeriksaan dalam, korban dinyatakan tidak hamil. Hasil pemeriksaan swab vagina juga tidak ditemukan sperma," jelasnya.
Berdasarkan kondisi jenazah dan tingkat pembusukan yang ditemukan, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari dua kali 24 jam sebelum ditemukan di dalam mobil. "Perkiraan kami korban telah meninggal lebih dari dua kali 24 jam atau sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan," ungkap Ni Made.
Terkait luka robek pada telinga kiri yang diduga akibat benda tumpul, pihak forensik masih belum dapat menyimpulkan apakah luka tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian korban. "Sejumlah sampel sudah kami ambil dan akan diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Hasilnya diperkirakan keluar sekitar satu minggu, sehingga kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian secara lebih lengkap," pungkasnya.
Editor : Aini Arifin