Calo Tipu Tiket Bus Rp200 Ribu ke Pandaan, Penumpang Selesaikan Kasus Secara Kekeluargaan
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Seorang penumpang bus di Terminal Purabaya, Bungurasih, Waru, Sidoarjo, menjadi korban dugaan penipuan tiket bus palsu, Rabu (13/5). Korban harus membayar Rp200 ribu untuk tiket tujuan Pandaan, namun belakangan diketahui tarif resmi perjalanan tersebut hanya sekitar Rp20 ribu.
Pelaku diketahui bernama Farhan Umar alias Kacong. Ia diamankan petugas keamanan terminal setelah korban melapor karena merasa tertipu. Peristiwa itu bermula ketika korban hendak bepergian menuju Pandaan. Korban kemudian naik bus dari area pintu keluar terminal yang bukan lokasi resmi keberangkatan penumpang.
Di lokasi tersebut, korban didatangi pelaku yang menawarkan tiket bus tujuan Pandaan dengan tarif Rp200 ribu. Tanpa menaruh curiga, korban menyetujui tawaran itu dan mentransfer uang melalui aplikasi DANA ke rekening pelaku. Namun, setelah korban naik bus ekonomi tujuan Malang via Tol Karanglo dan melakukan konfirmasi kepada kondektur, korban baru mengetahui tarif resmi perjalanan hanya Rp20 ribu.
Tidak hanya itu, bus yang dinaikinya juga tidak melewati maupun berhenti di Pandaan. Merasa menjadi korban penipuan, korban langsung melapor kepada petugas keamanan Terminal Purabaya yang berjaga di ruang tunggu.
Saat dikonfirmasi, Petugas Terminal Purabaya Ilham Brillian mengatakan pihaknya segera melakukan penyisiran setelah menerima laporan dari korban. “Setelah korban melapor dan menyampaikan ciri-ciri pelaku, kami langsung melakukan penyisiran ke area pintu keluar bus,” ujar Ilham ke iNews Sidoarjo, Rabu (13/5).
Menurut Ilham, saat dilakukan pencarian, pelaku diketahui hendak melarikan diri menggunakan angkot kuning jurusan Joyoboyo. Beruntung, petugas berhasil mengamankan pelaku sebelum kabur lebih jauh. “Pelaku berhasil kami amankan sebelum sempat melarikan diri dan langsung dibawa ke pos keamanan terminal untuk dimintai keterangan,” katanya.
Ia menambahkan, proses pengamanan tersebut melibatkan unsur pengamanan gabungan, termasuk aparat TNI dan Polri yang bertugas di kawasan Terminal Purabaya. Setelah dilakukan mediasi, korban meminta uangnya dikembalikan. Permasalahan itu akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan setelah pelaku mengembalikan seluruh uang korban.
Sebagai bentuk efek jera, pihak terminal memberikan sanksi sosial kepada pelaku berupa kerja bakti membersihkan area terminal serta melarangnya beraktivitas di kawasan Terminal Purabaya.
Ilham juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli tiket bus dan tidak mudah percaya kepada orang yang menawarkan jasa di luar area resmi terminal. “Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu membeli tiket di loket resmi terminal dan segera melapor kepada petugas bila menemukan praktik percaloan atau hal mencurigakan lainnya,” pungkasnya.
Editor: Aini Arifin