get app
inews
Aa Text
Read Next : Tergelincir ke Jalur Lawan, Pengendara Asal Prambon Tewas Tertabrak Mobil Boks

Bukan Orang Internal, Ini Identitas Korban Jiwa Insiden Ledakan Pabrik Besi di Waru

Selasa, 07 April 2026 | 11:22 WIB
header img
Heri Prasetyo HRD GA PT Great Wall Steel (GWS) saat memberi penjelasan kepada awak media di ruang tamu pabrik. Foto:ist

SIDOARJO, iNews.Sidoarjo.id - Pihak manajemen PT Great Wall Steel (GWS) memberikan klarifikasi resmi terkait ledakan yang terjadi di area pabriknya di Waru, Sidoarjo, Senin (6/4/2026)

Peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua karyawan mengalami luka-luka. HRD GA PT Great Wall Steel (GWS), Heri Prasetyo, menegaskan bahwa korban meninggal dunia bukanlah karyawan internal, melainkan kernet sopir pengirim barang dari pihak supplier.

Korban saat itu sedang beristirahat di lokasi parkir mobil, sekitar 50 meter dari titik ledakan. “Korban bukan karyawan kami, melainkan kernet sopir dari supplier. Saat ledakan terjadi, ia sedang beristirahat di area parkir mobil,” ujar Heri Prasetyo.

Heri menambahkan, korban meninggal dunia akibat terkena serpihan besi yang melesat dari ledakan besi tua berbentuk tabung yang tengah dipotong menggunakan mesin las blender.

Serpihan tersebut menghantam tubuh korban hingga menyebabkan luka parah yang berujung pada meninggalnya korban dalam perjalanan ke rumah sakit. “Serpihan besi dari ledakan mengenai korban, sehingga korban mengalami luka parah dan meninggal dunia,” jelasnya.

Selain korban jiwa, dua karyawan internal GWS yang berada di bagian pemotongan besi juga terdampak ledakan. Satu karyawan kini dalam kondisi stabil menjalani perawatan, sementara satu lainnya sedang diperiksa untuk mengantisipasi trauma. Heri menegaskan, ledakan terjadi saat pekerja memotong besi tua berbentuk tabung yang berasal dari supplier.

Material besar tersebut harus dipotong sebelum masuk ke proses peleburan, namun meledak tanpa diduga. Hasil olah TKP awal oleh tim Gegana dan Inafis memastikan ledakan bukan dari bahan peledak militer, dibuktikan dengan minimnya kerusakan pada bangunan dan mesin produksi.

Dampak fisik terbatas pada tanah yang sedikit terangkat dan kabel listrik yang putus di area scrapyard. Saat ini, aktivitas operasional pabrik dihentikan sementara untuk mendukung proses investigasi pihak kepolisian Polda Jatim. Manajemen juga tengah menelusuri asal-usul besi tua dari supplier untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut