Menjemput Masa Depan: Saat Siswa SMK di Gresik Mulai Akrab dengan Robotika
Bagi para siswa, program ini adalah "jembatan emas". Muhammad Fajar Zaitullah (16), salah satu siswa kelas X yang terpilih, tak bisa menyembunyikan antusiasmenya.
Sebagai penerima beasiswa, ia merasa beruntung bisa mengakses teknologi mutakhir di usia remaja. "Bagi saya, ini bukan sekadar kelas biasa. Bisa bersentuhan langsung dengan teknologi masa depan di usia sekolah adalah peluang emas untuk menjadi tenaga ahli yang kompetitif," tutur Fajar penuh percaya diri.
Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik. Dian Oktaviana, perwakilan dinas, menyebut pola link and match yang konsisten ini telah menjadikan SMK PGRI 1 Gresik sebagai Center of Excellence (Pusat Keunggulan).
Lulusan dari program ini diproyeksikan tidak hanya akan mengantongi ijazah, tetapi juga kompetensi nyata untuk menyuplai tenaga terampil bagi ekspansi industri di wilayah Jawa Timur, termasuk proyek strategis seperti pabrik Mur di Wringinanom yang membutuhkan keahlian teknik tingkat tinggi.
Dengan hadirnya robot di ruang kelas, masa depan manufaktur Indonesia tampaknya kini berada di tangan-tangan muda yang sudah siap "berbicara" dengan teknologi.
Editor : Aini Arifin