get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemeriahan Tradisi Nyadran Jadi Tegang, Sound Horeg dan Genset di Atas Perahu Tenggelam ke Sungai

Ini Penjelasan Satpolairud Soal Perahu Pembawa Sound Horeg Karam di Balongdowo Candi Sidoarjo

Minggu, 08 Februari 2026 | 18:10 WIB
header img
Perahu muat sound horor tenggelam di sungai Sidoarjo. (Foto: Istimewa).

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Persiapan tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo, nyaris berujung petaka. Sebuah perahu yang mengangkut sound horeg berukuran besar dilaporkan karam di Sungai Balongdowo, Sabtu (7/2/2026) sore, saat warga tengah melakukan pengecekan sound system. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 di bantaran Sungai Balongdowo.

Saat itu, warga menggabungkan dua perahu untuk menopang sound system, speaker, serta genset yang akan digunakan dalam rangkaian acara Nyadran keesokan harinya.

Kasat Polairud Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono menjelaskan, salah satu perahu tidak mampu menahan beban berat serta getaran dari sound system yang sedang diuji. “Kejadiannya di bantaran Sungai Balongdowo sekitar pukul 16.30. Perahunya dua, digabung untuk menopang sound, speaker, dan genset. Ternyata salah satunya tidak kuat menahan beban dan getaran, akhirnya miring,” ujar AKP Imam Yuwono, Minggu (8/2).

Akibat kemiringan tersebut, keseimbangan perahu terganggu hingga akhirnya terbalik. Seluruh peralatan sound horeg, termasuk lighting dan genset, ikut tenggelam ke sungai bersama perahu. “Begitu miring, alat-alat seperti lighting, genset, dan sound ikut tenggelam. Tapi langsung dievakuasi, tidak ada korban karena memang penyebabnya murni tidak kuat menahan beban,” jelasnya.

Selain mengangkut sound horeg dengan estimasi berat mencapai satu ton, perahu tersebut juga dinaiki lebih dari 10 orang.

Saat kejadian, sound system diketahui sedang memutar musik dan beberapa warga terlihat berjoget di atas perahu yang melintas di sungai. “Kira-kira berat sound saja sekitar satu ton. Yang naik di atas perahu mungkin lebih dari 10 orang. Sound-nya milik JL Jombang kalau tidak salah,” tambah Imam.

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh warga berhasil menyelamatkan diri, sementara peralatan sound berhasil dievakuasi dengan bantuan warga sekitar. Pihak kepolisian bersama aparat setempat langsung melakukan pengamanan dan pemantauan di lokasi menggunakan perahu karet.

Imam menegaskan, hanya satu perahu yang mengalami insiden tenggelam, sedangkan perahu lainnya dalam kondisi aman. “Yang tenggelam hanya satu perahu. Perahu satunya yang juga membawa sound masih aman,” tegasnya.

Meski sempat terjadi insiden, rangkaian kegiatan Nyadran tetap dilanjutkan. Tradisi tahunan yang digelar menjelang bulan suci Ramadan tersebut tetap berlangsung dengan pengawasan ketat dari aparat demi keselamatan warga.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut