Puluhan Emak-Emak Dilatih Mengolah Jahe Jadi Minuman Serbuk Kekinian, yang Nikmat dan Manis
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Aneka rimpang dan herbal, dikenal sejak ratusan tahun lalu menjadi alternatif sumber pengobatan serta support system kesehatan tubuh. Untuk menyiasati rasanya yang cenderung hambar, bahkan pahit, berbagai pihak menginovasinya, sehingga rasanya lebih manis.
Salah satunya dilakukan oleh ibu-ibu di Kawasan desa Cemandi, kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Mereka mendapatkan pelatihan dari para pengajar di SMK 10 November Sidoarjo. untuk mengolah rimpang jahe, menjadi bentuk serbuk. Kegiatan yang dilakukan di balai desa setempat itu mendapatkan antusias dari puluhan ibu, yang mengikuti pelatihan.
Dengan seksama mereka memperhatikan langkah demi langkah pengolahan jahe, mulai dari memotong jahe segar, hingga mengolahnya menjadi serbuk jahe yang bisa dinikmati kapan saja. Para peserta umumnya baru tahu cara pengolahan jahe menjadi serbuk. Pengetahuan itu sangat berguna, sebab jahe merupakan salah satu minuman favorit saat kondisi badan capek, maupun saat udara dingin.
Dengan bentuk serbuk, minuman herbal itu bisa dikonsumsi kapan saja, tanpa harus repot mengupas dan mencuci jahe, setiap kali akan minum. “Alhamdulillah sekarang jadi tahu cara membuat serbuk jahe. Sekarang praktis kalau mau membuat minuman jahe segar. Repot di awalnya saja, tapi setelahnya enak, tinggal seduh,” ujar salah satu peserta pelatihan, Jumat (29/1).

Pelatihan mengolah jamu menjadi serbuk kekinian dan siap minum tersebut merupakan salah satu bentuk Community Service Skill (CSS) atau semacam pengabdian masyarakat yang dilakukan SMK 10 November Sidoarjo. Motivasi pelatihan membuat jamu serbuk tersebut karena selama ini bahan herbal yang banyak memiliki kandungan Kesehatan, jarang disukai karena rasanya yang tidak enak.
Dalam pelatihan itu, para peserta diberikan cara bagaimana mengolah herbal jahe menjadi manis dan rasanya nikmat. “Generasi muda saat ini cenderung tidak mau olahan herbal karena rasanya tidak enak. Maka kami berusaha mengolahnya dengan berbagai bahan dan gula, agar rasanya lebih nikmat dan manis,” ujar Citra, guru di bidang kefarmasian SMK 10 November.
“Namun, kita tidak menggunakan gula pasir, kita gunakan gula aren, karena lebih sehat,” imbuh Citra. Tak hanya jahe, sejumlah bahan herbal ditambahkan dalam pengolahan serbuk herbal tersebut. Seperti cengkeh, serai dan kayu manis. “Sejumlah bahan herbal juga kita tambahkan, agar memiliki tambahan khasiat untuk menyehatkan tubuh,” ujar Ayu Dwi Antika, salah satu guru yang ikut memberi pelatihan.
Selain pelatihan membuat herbal serbuk untuk dikonsumsi, salah satu tujuan kegiatan ini adalah membuat perempuan berdaya. Dengan memiliki ilmu dan bekal pelatihan tersebut, para ibu rumah tangga diharapkan bisa juga menjual hasil olahannya, sebagai tambahan penghasilan untuk keluarga. “Salah satu motivasi kami dalam pengabdian masyarakat ini adalah menjadikan perempuan berdaya. Para ibu bisa menjual hasil olahan serbuk jahe ini, agar bisa mendapatkan income tambahan,“ pungkas Ayu.
Editor : Aini Arifin