Upgrade Ilmu, Tenaga Medis dan Paramedis Lakukan Simulasi Memadamkan Api
SIDOARJO, iNews.Sidoarjo.id - Sejumlah pegawai di RSU Assakinah Medika Sidoarjo berlarian bergegas menolong sejumlah orang yang terluka di halaman depan rumah sakit. Para petugas medis dan paramedis bekerjasama membawa dan merawat para korban ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit setempat, Rabu 14/1/2026.
Sejumlah pasien yang terluka akibat musibah kebakaran itu, dipastikan mendapatkan penanganan medis yang sesuai dengan derajat keparahan luka, serta pencegahan terhadap setiap hal yang berpotensi mengancam nyawa mereka. Namun, hal itu bukanlah peristiwa sesungguhnya.
Para pegawai tersebut sedang melaksanakan simulasi penanganan kegawatdaruratan dan kewaspadaan bencana. terutama yang terjadi di lingkungan rumah sakit. Tak hanya menolong korban luka akibat bencana, petugas medis juga diberikan pelatihan menangani kegawatdaruratan jantung, yang pada umumnya terjadi secara mendadak.
Selain terkait penanganan medis, para pegawai rumah sakit juga melakukan simulasi penanganan musibah kebakaran. Pegawai dari unsur medis dan non medis, diberi pengarahan oleh petugas damkar dari posko Sukodono, Sidoarjo.
Mereka yang biasanya berkutat dengan urusan medis dan rumah sakit, diberi pengarahan untuk memadamkan api dengan peralatan manual, hingga modern. Salah satu bidan rumah sakit, Ilul Kaumidunyah, mengatakan mendapatkan pengalaman berharga dengan mengikuti simulasi penanganan awal saat terjadi kebakaran.
Selain berlatih menyelamatkan diri dan orang lain, ia memiliki ilmu baru dalam pencegahan kebakaran lebih besar. “Kita harus tenang dan memiliki keberanian, sehingga bisa memadamkan api dengan peralatan sederhana yang ada di sekitar kita,” ujar Ilul, setelah berlatih memadamkan api dengan karung goni basah.

Petugas PMK berharap, selain berguna di tempat kerja, ilmu terkait pemadaman api sederhana, juga bisa diajarkan kepada keluarga, agar tidak panik saat melihat kebakaran. “Seringkali saat melihat api, orang panik dan hanya berteriak tapi tanpa melakukan tindakan apa-apa. Diharapkan setelah ini, semua peserta pelatihan bisa menularkan ilmu pemadaman api sederhana kepada keluarganya, dengan peralatan yang ada di sekitar rumah,” terang Totok, salah satu instruktur dari PMK.
“Juga jangan lupa menghubungi PMK untuk penanganan pemadaman api lebih lanjut,” pungkasnya.
Sementara itu, direktur RSU Assakinah Medika Sidoarjo, dokter Adhi Candra Qomaruzzaman mengatakan kegiatan kewaspadaan bencana dan pelatihan penanganan kegawatdaruratan tersebut adalah in house training, untuk meningkatkan kemampuan para pegawai di lingkungan rumah sakit.
Semua pegawai dari unsur medis dan non medis diharapkan bisa meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill sesuai bidangnya masing-masing. “kegiatan in house training ini rutin kita lakukan untuk meningkatkan profesionalitas pegawai dan tenaga medis,” ujar Candra.
Pada bulan Januari yang identik dengan bulan K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja, pelatihan serta simulasi kegawatdaruratan dan bencana, difokuskan pada hal yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja. “Selain mengutamakan keselamatan pasien, para pegawai rumah sakit terutama tenaga medis dan paramedis, harus bisa melindungi keselamatan dirinya saat bekerja. Terutama mengerti bagaimana cara mengantisipasi dan menangani resiko dalam pekerjaannya,” imbuh dokter Candra.
Kegiatan in house training tersebut dilakukan pada tanggal 14, 21, dan 28 Januari, 2026. Seluruh pegawai rumah sakit dari unsur medis dan non-medis akan mendapatkan pengetahuan dan pelatihan penanganan kegawatdaruratan serta kewaspadaan bencana. Upgrade ilmu dan keterampilan tersebut diharapkan bisa menjadi bekal para pegawai di rumah sakit, untuk bisa melayani masyakarat dengan semaksimal mungkin.
Editor : Aini Arifin