Tolak Kenaikan Iuran IPLK, Warga Citra Garden Sidoarjo Tuntut Transparansi Ke Manajemen Perumahan

Hal senada disampaikan Ketua RW, Kukuh Nasrulloh. Ia menyebutkan bahwa secara logika pengelolaan, bertambahnya jumlah rumah seharusnya berdampak pada penurunan beban iuran per kepala keluarga. “Kalau jumlah rumah bertambah, seharusnya IPLK bisa turun karena jumlah pembayar bertambah. Tapi faktanya hampir setiap tahun selalu naik,” ungkap Kukuh.
Selain kenaikan iuran, warga juga mengeluhkan kebijakan denda keterlambatan pembayaran IPLK yang bersifat progresif. Menurut warga, sistem denda tersebut sangat memberatkan dan dinilai tidak berkeadilan. “Ada warga yang menunggak lalu membayar sekaligus, dendanya bisa sampai puluhan juta rupiah. Ini jelas memberatkan dan perlu dikaji ulang,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan manajemen hanya menampung aspirasi warga, karena tidak dihadiri oleh yang berwenang mengambil keputusan. Seluruh masukan warga akan dituangkan dalam notulen rapat, untuk disampaikan kepada pemegang kebijakan dari manajemen perumahan tersebut.
Sebagai bentuk sikap bersama, warga Citra Garden sepakat menunda pembayaran IPLK hingga tercapai kesepakatan antara warga dan manajemen.
Mereka berharap selanjutnya ada komunikasi yang lebih terbuka, transparan, dan tidak sepihak dalam penetapan kebijakan IPLK. “IPLK itu berasal dari warga dan untuk warga. Kalau ada kenaikan, seharusnya dibicarakan bersama dan dijelaskan secara terbuka. Kalau transparan, persoalan ini sebenarnya bisa selesai,” pungkas Kukuh.
Editor : Aini Arifin