Kisah Perjuangan Ibu Sidoarjo: Lepas dari Minus 19 dan Raih Penglihatan Normal Berkat Teknologi RLE
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id-Dengan perkembangan teknologi kesehatan saat ini, pilihan untuk memiliki mata sehat kini lebih banyak. Khususnya bagi mereka yang menderita mata minus, silinder, hingga plus, yang ingin sekali melihat normal tanpa alat bantu kacamata. Bila telah ada teknologi Lasik untuk koreksi mata minus, silinder, kini telah ada teknologi Operasi RLE Refractive Lens Exchange yang sudah ada di sebuah Klinik di Sidoarjo.
Tak heran jika banyak warga yang memilih melakukan operasi RLE, ketimbang menggunakan kacamata. Seperti Iffatul Jannah (35), salah satu pasien Operasi RLE ini menyebut sebelumnya ia memiliki minus 19 untuk mata kanan dan minus 16 untuk mata kiri.
Sebagai ibu rumah tangga, perempuan asal Sidoarjo ini mengaku penglihatan semakin memburuk seiring bertambahnya usia dan sudah sangat mengganggu aktifitas sehari-hari. “Anak-anak sudah tambah dewasa, takut tidak bisa melihat perkembangan anak-anak dan keluarga.” ungkapnya saat ditemui kontrol H+30. Rabu (23/7/2025).
Hal inilah yang membuat ia yakin memilih memutuskan untuk melakukan Operasi RLE. “Operasinya berjalan singkat, sekitar 30 menit, tidak terasa sakit karena juga sudah dibius obat tetes mata, dan hasilnya langsung bisa dirasakan tepat saat operasi selesa. Ini keputusan terbaik bagi saya maupun keluarga,” terangnya.
Dokter Spesialis Mata, Klinik Mata KMU Sidoarjo dr. Miftakhur Rochmah, SpM. Mengatakan, Operasi RLE ini memang direkomendasikan untuk mereka yang memiliki masalah minus tinggi ekstrim, dan berkacamata plus, idealnya untuk mereka di usia 35 tahun ke atas. “Operasi RLE ini memang direkomendasikan untuk mereka yang memiliki masalah minus tinggi ekstrim, dan berkacamata plus, idealnya untuk mereka di usia 35 tahun ke atas,” katanya.
Operasi RLE sendiri merupakan prosedur koreksi penglihatan yang dilakukan dengan mengganti lensa alami mata menggunakan lensa intraokular (iOL). Idealnya dilakukan pada pasien di usia 35 tahun ke atas, sebab usia tersebut rentan dengan risiko Katarak, sehingga bisa sekaligus mencegah terjadinya Katarak di kemudian hari. “Dengan menjalani tindakan RLE ini, pasien tidak perlu lagi khawatir dengan risiko Katarak kedepannya. Karena bagaimanapun, setiap orang akan berisiko mengalami Katarak, seperti uban pada manusia yang terjadi karena proses penuaan,” tutur Miftakhur.
Bedanya, RLE dilakukan pada mereka yang belum mengalami Katarak. Karena itu, ke depannya, pasien dengan tindakan RLE ini akan terhindar dari Katarak juga. RLE dilakukan dengan prosedur mirip operasi katarak modern, menggunakan sayatan kecil dan teknologi presisi tinggi.
Prosesnya aman, cepat, dan hasilnya stabil dalam jangka panjang. “Pasien dengan tindakan RLE bisa merasakan bebas kacamata, dan lebih produksi sebelum usia senja,” jelasnya.
Lebih jauh Miftakhur menyebutkan, teknologi RLE ini dirancang untuk memperbaiki penglihatan secara permanen, terutama bagi pasien yang kondisi matanya tidak memenuhi kriteria untuk LASIK, seperti Kornea tipis, minus tinggi, atau mata kering kronis. “Bila ada pasien yang ingin bebas kacamata dengan minus, silinder tinggi, ataupun plus, sebaiknya melakukan pemeriksaan mata terlebih dahulu untuk mendapatkan pemeriksaan pre Op RLE dan penentuan tindakan yang terbaik,” pungkasnya.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan