Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sigap dan Cepat! Personel TNI Padamkan Kebakaran Warung Tombo Ati Kawasan Stasiun Sepanjang Sidoarjo
Advertisement . Scroll to see content

Lebih Dikenal dengan Nama Maleo, Berikut Kisah Kopassus Tugas dI Papua

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 19:35 WIB
  • author Okezone
Lebih Dikenal dengan Nama Maleo, Berikut Kisah Kopassus Tugas dI Papua
Prajurit Kopassus di Papua yang lebih dikenal dengan nama sebutan Maleo. (Foto : Kopassus)

Banyak dari mereka yang masih hidup secara tradisional, tinggal di hutan sehingga tidak mengetahui keberadaan NKRI. Nah, prajurit Kopassus yang bertugas di Papua inilah yang memperkenalkan NKRI terlebih dahulu sebelum menanamkan jiwa nasionalisme kepada masyarakat pegunungan.

Strategi ini dengan berbaur bersama masyarakat menggunakan pendekatan adat. Tapi, strategis tersebut bukan hal yang mudah karena kelompok separatis selalu mengintai mereka.

Prajurit Kopassus memahami kunci utama merebut hati warga dengan cara komunikasi yang baik. Menyetarakan pandangan serta menghargai dan menyayangi layaknya manusia.

Letda Gondolpus Borlak merupakan salah satu prajurit yang ditugaskan di Pos Timika, Papua pada 1996 dengan tujuan meraih simpati rakyat Papua dan membangun jaringan informasi di tiap kecamatan.

Selama bertugas di Papua, kehidupan masyarakat Papua masih banyak tertinggal.

"Orang pedalaman itu ada yang belum pernah sampai ke Merauke. Ada juga yang belum pernah melihat mobil secara fisik itu seperti apa. Bukan itu saja, sampai sekarang pun seperti itu," ujar Borlak dikutip dari buku Kopassus Untuk Indonesia, Sabtu (29/10/2022).

Borlak dan rekannya Kolonel Pomiman Basuki berusaha keras mengembalikan citra NKRI kepada warga Papua dengan cara baik-baik.

"Yang penting kita bisa menciptakan suasana hidup yang baik di tengah-tengah masyarakat, sehingga masyarakat mengakui Indonesia itu adalah negaranya," kata Borlak.

Borlak tidak segan berbaur dan mengikuti adat warga lokal. Dia acap kali menggendong babi, sehingga warga dengan mudah menerima Borlak karena dianggap memahami budaya warga Papua.

Editor: Yoyok Agusta Kurniawan

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut