Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pick Up Boks Selip, Pagar Rumah Roboh Timpa Xpander di Tarik Sidoarjo
Advertisement . Scroll to see content

Pemuda Subang Sukses Ekspor Daun Nanas Jadi Kain Omzet Puluhan Juta Rupiah

Rabu, 26 Oktober 2022 | 11:19 WIB
  • author Yudy Heryawan Juanda
Pemuda Subang Sukses Ekspor Daun Nanas Jadi Kain Omzet Puluhan Juta Rupiah
Alan Sahroni menunjukkan produk kerajinan dari limbah daun nanas. (FOTO: iNews/YUDY HERYAWAN JUANDA)

SUBANG, iNewsSidoarjo.id - Alan Sahroni (33), warga Kampung Cijoged, Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang membuat limbah daun nanas menjadi produk bernilai tinggi.

Kerajinan dari limbah daun nanas tersebut telah menembus pasar mancanegara. Petani milenial yang mendapat bantuan corporate social responsibility (CSR) dari Pertamina EP itu, meraup omzet hingga puluhan juta rupiah dan membuka lapangan pekerjaan bagi tetangganya.

Kerajinan karya Alan Sahroni ini, mengikuti business plan tingkat nasional. Semula, Alan hendak mengolah buah nanas.

Tetapi, ide itu berubah lantaran sudah banyak pelaku usaha yang mengolah limbah buah tersebut.

Alan Sahroni sendiri merupakan sarjana tekstil lulusan 2013, melirik limbah daun nanas yang melimpah di Kabupaten Subang.

Berkat pengetahuan tentang tekstil cukup mumpuni, Ia mengubah limbah daun nanas menjadi benang. Kemudian Alan mengubah benang yang dihasilkan dari daun nanas itu menjadi kain.

Berkat ketekunannya itu, Alan berhasil menjadi salah satu pemenang business plan tingkat nasional tersebut. Dengan benang dari daun nanas, Alan membuat berbagai produk bernilai tinggi.

Untuk memajukannya usahanya, Pertamina EP memberikan bantuan alat mesin ekstraksi dan memberikan pelatihan. Saat ini, pengolahan limbah daun nanas yang dirintis Alan semakin berkembang.

Selain telah menembus berbagai daerah di Indonesia, hasil olahan limbah daun nanas tersebut telah diekspor ke Jepang, Singapura, Malaysia, dan Jerman.

"Untuk pasar mancanegara, kami memenuhi pasar serat atau benang dari limbah daun nanas. Sedangkan untuk pasar dalam negeri berupa kerajinan tangan, seperti kain, rompi, tas, dan lampu hias," kata Alan Sahroni.

Editor: Yoyok Agusta Kurniawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut