Viral Berseragam Jenderal di Bandara Juanda Sidoarjo, Anggota TNI Berpangkat Koptu Diusulkan Pensiun
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Video seorang anggota TNI yang mengenakan seragam dengan atribut pangkat jenderal di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, menghebohkan media sosial.
Dibalik penampilannya yang menjadi sorotan, anggota Kodim 0816/Sidoarjo berinisial MT itu ternyata berpangkat Kopral Satu (Koptu) dan memiliki riwayat gangguan kesehatan yang selama ini mendapat perhatian dari satuannya.
Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Arh. Muhammad Ansyari mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan terkait video viral tersebut dengan melakukan penjemputan dan pemeriksaan terhadap MT. "Yang bersangkutan sudah kami mintai keterangan dan sudah kami kembalikan kepada keluarganya," ujar Ansyari, Rabu (4/11/2026).
Peristiwa itu terjadi saat MT hendak terbang ke Palembang, Sumatera Selatan, untuk menemui istri dan anaknya. Namun, penampilannya menarik perhatian personel Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara Juanda lantaran mengenakan sejumlah atribut yang tidak sesuai dengan ketentuan seragam maupun pangkat aslinya.
Ansyari menegaskan, empat bintang yang terpasang pada seragam MT bukan merupakan pangkat sebenarnya. Secara kedinasan, MT tetap berpangkat Koptu, bukan jenderal. "Pangkat yang bersangkutan Koptu, bukan jenderal," tegasnya.
Saat dimintai keterangan, MT sempat menyebut atribut tersebut dibuat di tempat bordir di sekitar kawasan Flyover Juanda atau Aloha. Namun, setelah dilakukan penelusuran, pihak Kodim belum menemukan lokasi yang dimaksud. "Untuk tempat bordirnya sampai sekarang belum ditemukan. Jadi, keterangannya masih kami dalami," jelas Ansyari.
KONDISI KESEHATAN JADI PERHATIAN
Ansyari menjelaskan, MT sebelumnya bertugas di Yonzikon 12 Kodam II/Sriwijaya, Palembang. Pada 2023, dia berpindah ke Korem 084/Bhaskara Jaya di Surabaya. Selanjutnya, pada 2025, MT ditempatkan di Kodim 0816/Sidoarjo.
Menurut Ansyari, kondisi kesehatan MT telah menjadi perhatian satuan sejak yang bersangkutan pindah tugas. Selama ini, MT juga rutin menjalani pemeriksaan dan pendampingan oleh dokter spesialis terkait kondisi kejiwaannya. "Memang yang bersangkutan ada masalah kesehatan. Selama ini juga rutin kontrol ke dokter spesialis," ungkapnya.
Kondisi MT disebut semakin memburuk setelah ibunya meninggal dunia beberapa waktu lalu. Atas pertimbangan tersebut, satuan memberikan penyesuaian terhadap tugas kedinasannya.
Meski masih aktif berdinas, MT untuk sementara hanya diberikan pekerjaan ringan. Kebijakan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya. "Untuk sementara masih berdinas, tetapi kami berikan tugas-tugas ringan. Tidak diberikan tugas yang berat," kata Ansyari.
DIUSULKAN PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT
Terkait penanganan lebih lanjut, Kodim 0816/Sidoarjo telah berkoordinasi dengan Korem 084/Bhaskara Jaya dan Kodam V/Brawijaya untuk membahas kondisi MT.
Salah satu opsi yang diusulkan adalah pemberhentian dengan hormat atau pensiun dini dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan anggota tersebut. "Kami sudah koordinasi dengan Korem dan Kodam. Ada usulan untuk pemberhentian dengan hormat atau pensiun dini karena kondisi kesehatan yang bersangkutan," pungkasnya.
Editor : Hidayat Adi
Artikel Terkait
