Serbuk Emas Rp2,91 Miliar Diselundupkan Lewat Dubur, Digagalkan di Bandara Juanda Sidoarjo

Nanang Ichwan
Petugas gabungan keamanan bandara Juanda menunjukkan barang bukti serbuk emas yang coba diselundupkan. Foto:ist

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Berbagai cara dilakukan untuk mengelabui petugas bandara. Seorang Warga Negara (WN) India berinisial MW, 31, nekat menyembunyikan lebih dari 1,1 kilogram serbuk emas di dalam dubur menggunakan tiga kondom. Namun, upaya penyelundupan menuju Kuala Lumpur, Malaysia, itu berhasil digagalkan Satgaspam Bandara Internasional Juanda bersama sejumlah instansi terkait.

MW diamankan saat hendak terbang menggunakan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH870 rute Surabaya-Kuala Lumpur. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan serbuk yang diduga emas dengan berat bersih mencapai 1.144,18 gram. Nilai ekonominya diperkirakan mencapai Rp2,91 miliar.

Komandan Lanudal Juanda Kolonel (P) Laut Henoch Nasarius Virzawan mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil sinergi pengamanan antara Lanudal Juanda dan sejumlah pemangku kepentingan di Bandara Internasional Juanda.

Menurut dia, modus penyelundupan dengan menyembunyikan serbuk emas di dalam tubuh tersebut tergolong baru di Bandara Juanda. Kasus serupa juga masih jarang ditemukan di sejumlah bandara di Indonesia. "Modus operandi yang dijalankan pelaku merupakan metode baru yang ada di Juanda. Di Indonesia, baru ada sedikit bandara yang mengalami kejadian serupa, seperti Jakarta dan Bali," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, serbuk yang diduga emas tersebut memiliki berat kotor atau bruto 1.151,46 gram. Sementara itu, hasil pengujian sampel menunjukkan kadar emas mencapai 99,503 persen, 99,511 persen, dan 99,466 persen.

Dengan berat bersih keseluruhan mencapai 1.144,18 gram, barang bukti tersebut diperkirakan bernilai Rp2,91 miliar. Serbuk emas itu rencananya dibawa ke Kuala Lumpur menggunakan penerbangan Malaysia Airlines sebelum akhirnya digagalkan petugas.

Henoch menegaskan, pengungkapan kasus tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pengamanan di Bandara Internasional Juanda. Terlebih, pelaku menggunakan cara yang tidak lazim untuk menghindari pemeriksaan petugas.

Pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan personel melalui pembelajaran terhadap berbagai anomali atau pola kejadian yang berpotensi mengindikasikan pelanggaran keamanan. "Upaya kita selalu membekali prajurit dengan ilmu pengetahuan dengan mempelajari anomali kejadian di Bandara Juanda. Selain itu, kita meningkatkan kerja sama antar-stakeholder dan saling memberikan informasi sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat," tegasnya.

Dia menambahkan, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam mengantisipasi berbagai modus penyelundupan yang berpotensi mengancam keamanan bandara.

Terkait penanganan perkara, barang bukti dan pengembangan kasus selanjutnya dikoordinasikan dengan Bea dan Cukai serta Polresta Sidoarjo. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak imigrasi karena MW merupakan warga negara asing. "Kita serahkan kepada Bea Cukai yang berkoordinasi dengan Polresta Sidoarjo untuk proses pengembangan kasus lebih lanjut, serta kantor imigrasi terkait karena tersangka merupakan warga negara asing," pungkasnya.

Editor : Hidayat Adi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network