Pesan tersebut dinilai relevan dengan perkembangan kehidupan remaja yang semakin dekat dengan teknologi digital. Pengawasan dan pendampingan yang tepat, kata dia, menjadi bagian penting dalam mencegah anak terpapar perilaku kekerasan maupun intoleransi di dunia maya.
Seminar semakin menarik dengan pemaparan dr. Aisah Dahlan yang membahas pendekatan neuroparenting dalam mendampingi anak dan remaja. Pendekatan tersebut menekankan pentingnya pemahaman orang tua dan pendidik terhadap cara kerja otak anak, khususnya pada masa remaja. Dengan pemahaman tersebut, pola komunikasi dan pengasuhan diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak.
Dalam konteks pencegahan perundungan dan kekerasan, pemahaman terhadap karakteristik remaja menjadi penting agar orang tua maupun guru tidak sekadar memberikan larangan, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang efektif dan menjadi pelindung bagi anak dari berbagai pengaruh negatif lingkungan, termasuk dunia maya. “Orang tua dan pendidik perlu memahami bagaimana otak remaja bekerja, sehingga pendekatan yang diberikan kepada anak bisa lebih tepat. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam mendampingi mereka menghadapi berbagai tantangan, termasuk pengaruh negatif dari dunia digital,” papar dr. Aisah Dahlan.
Komitmen terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman juga terlihat dari dukungan penuh jajaran pimpinan daerah. Seminar tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Nganjuk Mas Handy dan Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan
Artikel Terkait
