NGANJUK, iNewsSidoarjo.id— Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Salah satunya melalui Seminar Strategi Parenting yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk di Pendopo KRT Sosro Koesoemo. Kamis (1/10).
Mengusung tema Peran Penting Sekolah dan Keluarga dalam Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi, kegiatan tersebut menyasar jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekitar 450 undangan hadir dalam kegiatan yang menghadirkan dr. Aisah Dahlan, pakar Neuroparenting dan Hypnotherapist nasional, sebagai narasumber.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah konkret Pemkab Nganjuk dalam memperkuat perlindungan terhadap mental sekaligus masa depan generasi muda.
Saat ditemui Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang menumbuhkan toleransi dan rasa aman bagi anak, bukan tempat berkembangnya perundungan. “Sekolah harus menjadi tempat menyemai toleransi, bukan tempat menyebarkan perundungan,” tegas Kang Marhaen. Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, tantangan perlindungan anak saat ini semakin kompleks. Ancaman kekerasan tidak lagi hanya terjadi secara langsung di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat berlangsung di ruang digital melalui media sosial. Karena itu, ia meminta para guru dan pihak sekolah meningkatkan kepedulian terhadap aktivitas digital para siswa. “Guru dan pihak sekolah harus lebih aware terhadap aktivitas digital murid-muridnya. Perundungan saat ini tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga bisa terjadi melalui media sosial dalam bentuk cyberbullying,” ujarnya.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan perkembangan kehidupan remaja yang semakin dekat dengan teknologi digital. Pengawasan dan pendampingan yang tepat, kata dia, menjadi bagian penting dalam mencegah anak terpapar perilaku kekerasan maupun intoleransi di dunia maya.
Seminar semakin menarik dengan pemaparan dr. Aisah Dahlan yang membahas pendekatan neuroparenting dalam mendampingi anak dan remaja. Pendekatan tersebut menekankan pentingnya pemahaman orang tua dan pendidik terhadap cara kerja otak anak, khususnya pada masa remaja. Dengan pemahaman tersebut, pola komunikasi dan pengasuhan diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak.
Dalam konteks pencegahan perundungan dan kekerasan, pemahaman terhadap karakteristik remaja menjadi penting agar orang tua maupun guru tidak sekadar memberikan larangan, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang efektif dan menjadi pelindung bagi anak dari berbagai pengaruh negatif lingkungan, termasuk dunia maya. “Orang tua dan pendidik perlu memahami bagaimana otak remaja bekerja, sehingga pendekatan yang diberikan kepada anak bisa lebih tepat. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam mendampingi mereka menghadapi berbagai tantangan, termasuk pengaruh negatif dari dunia digital,” papar dr. Aisah Dahlan.
Komitmen terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman juga terlihat dari dukungan penuh jajaran pimpinan daerah. Seminar tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Nganjuk Mas Handy dan Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan
Artikel Terkait
