Menurutnya, setiap usulan yang masuk tidak serta-merta disetujui. Tim terlebih dahulu melakukan kajian mendalam terhadap berbagai aspek, mulai dari kelengkapan administrasi, syarat substantif, hingga perilaku warga binaan selama menjalani pembinaan di dalam lapas. “Program integrasi diberikan kepada warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku positif dan memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan. Tujuannya agar proses pembinaan benar-benar memberikan dampak bagi kesiapan mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sidang TPP dipimpin langsung oleh Ketua TPP dan dihadiri 11 peserta yang terdiri atas satu sekretaris dan 10 anggota. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mekanisme pembinaan untuk memastikan seluruh program integrasi maupun penempatan pembinaan diberikan secara objektif, transparan, dan tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut hasil sidang, Lapas Kelas IIA Sidoarjo akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap warga binaan yang diusulkan memperoleh program integrasi maupun pembinaan. Koordinasi antar seksi juga akan terus diperkuat guna memastikan seluruh tahapan pengusulan berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui proses yang ketat dan terukur tersebut, Lapas Kelas IIA Sidoarjo berharap program pembinaan tidak hanya menjadi pemenuhan administrasi semata, tetapi benar-benar mampu membentuk warga binaan yang siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
