Dalam pendalaman kasus tersebut, penyidik juga memanggil Yusup Priantopo, 45, warga Kelurahan Ngelom, Kecamatan Taman, Senin malam (4/5). Pria yang akrab disapa Antopo itu dimintai keterangan terkait sejarah dan keberadaan makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo. Di hadapan penyidik, Yusup mengaku telah mengenal makam tersebut sejak dirinya masih kecil.
Ia menyebut lokasi itu selama ini diyakini warga sebagai makam tokoh sesepuh ulama yang dihormati masyarakat sekitar. “Saya tahu makam itu sejak kecil. Warga di sini juga menghormati karena diyakini sebagai makam sesepuh,” kata Yusup.
Tak hanya dikenal sebagai tempat ziarah, makam tersebut juga disebut pernah dirawat bersama oleh masyarakat sekitar. Bahkan warga sempat melakukan iuran untuk memperbaiki area makam, termasuk membangun pagar pelindung. “Kami dulu patungan bersama warga untuk membeli pagar dan memperbaiki area makam sebagai bentuk penghormatan,” ungkapnya.
Menurut Yusup, keberadaan makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo bukan sekadar tempat pemakaman biasa, melainkan juga dianggap memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat setempat. Diketahui, kasus dugaan perusakan makam itu viral di media sosial pada Sabtu (18/4).
Sejumlah warga yang tidak terima kemudian melaporkan dugaan perusakan yang diduga dilakukan SA, 45, ke Polsek Taman pada Jumat siang (1/5). Tak lama setelah laporan diterima, polisi langsung bergerak cepat dan mengamankan terduga pelaku pada sore harinya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
