Momen haru IJTI Blitar memilihkan baju lebaran untuk anak panti asuhan yatim piatu. Foto:ist.
Meski mengakui tantangan profesi jurnalis di Indonesia saat ini masih cukup berat, Robby menyebut hal itu bukan alasan untuk berhenti peduli. "Meskipun pers di Indonesia belum sepenuhnya dihargai, kami ingin membuktikan bahwa segala kekurangan yang kami rasakan bukan akhir bagi masa depan anak-anak kita. Dengan kerja keras dan kolaborasi, kegiatan ini akhirnya bisa terwujud," imbuhnya dengan nada tegas.
Kolaborasi ini kian solid dengan dukungan penuh dari BAZNAS Kabupaten Blitar. Tak tanggung-tanggung, setiap anak diberikan alokasi belanja sebesar Rp400.000. Anggaran tersebut digunakan untuk membeli baju lebaran serta perlengkapan sekolah guna menunjang pendidikan mereka.
Ketua BAZNAS Kabupaten Blitar, H. Achmad Lazim, menyambut hangat inisiatif dari para jurnalis televisi dan media online tersebut.
Menurutnya, keterlibatan insan pers dalam menggerakkan aksi sosial sangat membantu dalam syiar zakat dan infaq. "Kami sangat mengapresiasi langkah teman-teman jurnalis. BAZNAS hadir untuk memastikan amanah muzakki tersampaikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Harapan kami, kolaborasi ini terus menggelora agar anak-anak kita di pelosok tidak merasa sendiri. Di hari kemenangan nanti, jangan sampai ada air mata kesedihan, yang ada hanya tawa bahagia karena mereka merasa dicintai oleh masyarakat," pungkas Lazim.
Melalui kegiatan ini, IJTI Blitar Raya dan BAZNAS seolah mengirimkan pesan kuat: bahwa kebahagiaan sejati bukanlah tentang apa yang kita miliki, melainkan tentang seberapa besar kebermanfaatan yang bisa kita bagikan untuk masa depan generasi bangsa.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
