Cegah Dampak Konflik Timur Tengah, Pengusaha Didorong Lebih Kreatif dan Cerdas Cari Pasar Potensial

Hidayat Adi
Ketua Kadin Sidoarjo, Ubaidillah Nurdin memaparkan potensi dampak konflik timur tengah, terhadap ekonomi dan dunia usaha. (Foto: Hidayat Adi).

Rutinan "tadarus jurnalistik", ikhtiar Forum Wartawan Sidoarjo menambah kecerdasan dan wawasan di bulan suci Ramadan. foto: Hidayat Adi.

Diantara yang bisa dilakukan adalah mencari pasar potensial baru bagi produk industrinya. “Kalau dibilang terdampak, ya jelas terdampak. Namun para pengusaha tidak boleh tinggal diam. Kita harus mencari pasar potensial baru yang bisa menampung produk kita,” ungkap Ubaidillah.

“Seperti misalnya di sejumlah negara ASEAN yang ekonominya juga sedang bertumbuh. Kalau misal tidak bisa mengirim ke timur tengah, bisa dialihkan ke tujuan lain,” imbuhnya. Selain cerdas membaca pasar, Ubaidillah menekankan kreativitas dan inovasi para pengusaha, terutama UMKM.

Sebab sektor UMKM tersebut, terbukti mampu survive di tengah krisis global. “Sektor UMKM ini luar biasa, mereka terbukti survive. Maka dengan adanya krisis, para pengusahanya harus memiliki kreativitas lebih,” ungkap Ubaidillah.

Salah satu contohnya mereka harus pandai membaca pasar konsumen. "Pelaku usaha harus bisa membaca perilaku konsumen. Kita harus kreatif, agar operasional lebih efisien namun tetap relevan dengan pasar,” ujarnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sidoarjo, Bahrul Amig, memaparkan perlunya perubahan paradigma dalam birokrasi, agar sektor usaha terus tumbuh.

Pemerintah tidak bisa kaku dalam menghadapi dinamika dunia usaha yang sangat cepat. "Pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan otoritas, tanpa mempertimbangkan strategi bisnis. Harus ada keseimbangan antara regulasi dan ruang inovasi bagi pelaku usaha," kata Bahrul Amig.

Ia juga memberikan pandangan tentang perombakan metode pemberdayaan pelaku usaha. Hal itu untuk memaksimalkan kapasitas pengusaha dalam memaksimalkan produksi dan distribusi. "Pemberdayaan akan jauh lebih efektif jika pemerintah melibatkan pelaku UMKM yang sudah mapan untuk membimbing mereka yang baru merintis, mulai dari produksi hingga pemasaran," tegasnya.

“Kalau pengusaha kreatif, cerdas membaca pasar dan didukung regulasi pemerintah yang sesuai dengan perilaku bisnis, maka saya yakin pembangunan ekonomi di Sidoarjo tumbuh subur,” pungkas Bahrul Amig.

Editor : Aini Arifin

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network