Menurut Sohibur, ikrar setia kepada NKRI bukan sekadar seremonial, melainkan wujud kesiapan kedua napiter untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi Pancasila dan keberagaman. Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Ditjenpas Yulius Sahruzah menyampaikan apresiasi atas komitmen yang ditunjukkan ZY dan FA.
Ia menekankan bahwa Pancasila memiliki posisi fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dengan pernyataan ikrar setia kepada NKRI ini, berarti saudara adalah warga binaan kami yang telah siap untuk mencintai NKRI dan bersama-sama menjaga Pancasila dengan menghargai perbedaan yang ada,” ucap Yulius.
Ia menambahkan, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga ideologi nasional dan pandangan hidup bangsa Indonesia. “Pancasila bukan semata-mata hanya berkedudukan sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai ideologi nasional, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan pemersatu bangsa,” tegasnya.
Yulius berharap, setelah melalui proses pembinaan, keduanya dapat menjadi pribadi yang sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, beriman dan bertakwa, mampu menempatkan diri secara proporsional sesuai fungsi dan tanggung jawab, serta taat terhadap ketentuan perundang-undangan. “Harapannya, mereka kelak menjadi warga negara yang baik dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya.
Prosesi ikrar digelar di Aula MD Arifin dan dihadiri langsung oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Ditjenpas, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Antiteror, BINDA Jawa Timur, Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Jatim, Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo, Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, serta unsur TNI dan Polri.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
