Pasca-kejadian, BPBD Kota Blitar langsung melakukan pembersihan puing di lokasi serta memasang garis pengaman guna mencegah warga mendekat ke area bangunan yang berpotensi membahayakan. Penanganan melibatkan BPBD Kota Blitar, Agen Bencana Jawa Timur wilayah Kota Blitar, serta warga sekitar.
Sementara itu, Yohanes, pemilik kafe yang berada tepat di sebelah bangunan roboh, mengungkapkan bangunan tersebut merupakan bekas gudang gula merah yang telah lama tidak digunakan. “Bangunan ini sudah tidak difungsikan lebih dari 20 tahun dan usianya diperkirakan sekitar 100 tahun. Saat gempa, bagian pinggir bangunan sudah runtuh. Sekitar 15 menit kemudian terdengar suara keras, dan saat dilihat bangunan sudah ambruk,” kata Yohanes.
Ia menambahkan, saat kejadian kafe dalam kondisi tutup sehingga tidak ada orang maupun kendaraan di sekitar lokasi. Meski tidak menimbulkan korban, runtuhnya bangunan berdampak pada operasional kafe. “Kami harus melakukan pemulihan terlebih dahulu. Untuk sementara kafe ditutup karena masih ada kekhawatiran gempa susulan,” pungkasnya.
Hingga saat ini, BPBD Kota Blitar mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan bangunan akibat gempa.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
