SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah remaja beratribut perguruan silat diamankan aparat kepolisian di wilayah Kecamatan Candi, Sidoarjo, viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Menanggapi video tersebut, Kasat Samapta Polresta Sidoarjo Kompol Yudhi Prastio membenarkan adanya peristiwa pengamanan yang dilakukan oleh personel Polsek Candi bersama Satsamapta Polresta Sidoarjo.
Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada proses penahanan terhadap para remaja tersebut karena tidak ditemukan unsur pidana. “Benar, kami mengamankan sejumlah remaja di kawasan Candi. Namun mereka tidak kami tahan karena memang tidak ditemukan adanya unsur pidana,” ujar Kompol Yudhi Prastio saat dikonfirmasi iNews Sidoarjo, Minggu (4/1).
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat terkait adanya sekelompok remaja yang berkumpul sambil mengenakan atribut perguruan silat dan dinilai meresahkan warga sekitar. “Mendapat laporan tersebut, anggota Satsamapta Polresta Sidoarjo segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan,” jelasnya.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan barang-barang berbahaya maupun terlarang pada para remaja tersebut. “Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan senjata tajam, narkoba, maupun barang terlarang lainnya. Mereka hanya berkumpul dan membawa atribut perguruan silat,” tambahnya.
Kompol Yudhi menegaskan, kepolisian hanya memberikan pembinaan di tempat serta meminta para remaja untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. “Setelah kami beri pembinaan, mereka kami minta untuk membubarkan diri dan pulang,” tegasnya.
Selain itu, dalam peristiwa tersebut, petugas juga mengamankan enam unit sepeda motor yang ditinggal pemiliknya di lokasi kejadian. “Ada enam motor yang kami amankan karena ditinggal kabur oleh pemiliknya. Diduga mereka takut saat melihat petugas datang,” ungkapnya.
Motor-motor tersebut kemudian diamankan pihak kepolisian lantaran tidak ada satu pun yang mengaku sebagai pemilik di lokasi. “Motor kami amankan karena memang tidak ada yang bertanggung jawab di lokasi,” imbuhnya.
Ia menegaskan, dalam setiap pelaksanaan tugas, pihaknya selalu mengedepankan pendekatan humanis guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. “Kami tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap penanganan di lapangan,” pungkasnya.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
