Pada tahun 1986, kerajaan bisnis Li diperluas ke Kanada dengan sahamnya di Husky Energy dan akhirnya ia mengakuisisi sepenuhnya perusahaan tersebut. Demikian pula, Canadian Imperial Bank of Commerce yang juga diakuisisi oleh Cheung Kong. Lalu, pada 1990-an, Li terjun ke Inggris melalui jaringan telepon seluler Orange.
Tidak berakhir sampai di situ, Li melihat potensi pertumbuhan yang sangat besar dari industri teknologi yang baru lahir. Dia kemudian mendirikan Horizons Venture pada tahun 2006.
Bisnis itu menjadi taruhan besar pertamanya di bidang teknologi pada tahun 2007 dengan menginvestasikan sekitar 60 juta dolar AS di Facebook.
Kini, menurut data Forbes, kekayaan Li mencapai 35,9 miliar dolar AS atau setara Rp537,30 triliun. Li pensiun sebagai ketua CK Hutchison Holdings dan CK Asset Holdings pada Mei 2018 dan sampai saat ini tetap menjadi penasihat senior.
Artikel ini telah tayang di iNews.id, baca selengkapnya di link berikut ini :
https://www.inews.id/finance/bisnis/kisah-li-ka-shing-orang-terkaya-di-hong-kong-yang-pernah-jualan-plastik/all
Editor : Nanang Ichwan
Artikel Terkait