Warga Binaan Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, Melahirkan di RSUD Sidoarjo
Setibanya di rumah sakit, mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan. Berdasarkan pertimbangan medis, proses persalinan dilakukan melalui operasi caesar. Tindakan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses kelahiran berlangsung dengan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan ibu dan bayi. Dari proses persalinan tersebut, warga binaan DI melahirkan anak pertamanya dengan berat badan 2,75 kilogram dan panjang badan 48 sentimeter. Bayi dilaporkan dalam keadaan sehat setelah dilahirkan.
Kelahiran ini menjadi momen membahagiakan sekaligus menandai pentingnya dukungan dan pelayanan kesehatan bagi warga binaan perempuan, khususnya yang sedang menjalani kehamilan. Bidan Rutan Perempuan Surabaya, Firmianisa, menjelaskan bahwa rujukan dilakukan karena DI telah memasuki usia kehamilan cukup bulan dan mulai merasakan kontraksi. “Warga binaan telah memasuki usia kehamilan 38–39 minggu dan mulai merasakan kontraksi pada Sabtu siang. Mengingat kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, dilakukan rujukan persalinan ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Hal ini dilakukan agar ibu dan bayi memperoleh perawatan yang optimal selama masa pemulihan,” jelas Firmianisa. Selasa (27/10/2026).
Sementara itu Kepala Rutan Perempuan urabaya, Wijayanti Utami Dewi, menyampaikan bahwa pemenuhan hak kesehatan warga binaan merupakan salah satu prioritas dalam penyelenggaraan pelayanan di rutan. “Kami berkomitmen untuk memastikan setiap warga binaan mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak, termasuk bagi ibu hamil yang akan menjalani persalinan. Ketika mengetahui adanya kontraksi, petugas segera melakukan koordinasi dan merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhannya. Keselamatan ibu dan bayi menjadi perhatian utama kami,” ujar Wijayanti.
Melalui respons cepat dalam rujukan persalinan ini, Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya menegaskan komitmennya untuk memenuhi hak kesehatan warga binaan tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan kemanusiaan. “Pelayanan yang sigap dan terkoordinasi akan memberikan rasa aman bagi warga binaan serta mendukung terpenuhinya hak ibu dan bayi untuk mendapatkan perawatan yang layak,” pungkas Wijayanti.
Editor: Yoyok Agusta Kurniawan