get app
inews
Aa Text
Read Next : Super Flu Masuk Indonesia, Ini yang Dikatakan Dokter Spesialis Paru

Penderita Miopia Anak Terus Bertambah, Gerakan Ini Dorong Deteksi Dini Mata Minus

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:21 WIB
header img
Gerakan Vision Fest Myopia Care Natamata di Gresik dan Lamongan. Foto:ist

GRESIK, iNewsSidoarjo.id – Peningkatan kasus miopia atau mata minus pada anak usia sekolah menjadi perhatian serius. Gangguan penglihatan tidak hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menghambat proses belajar dan perkembangan anak.

Kondisi tersebut mendorong pentingnya pemeriksaan mata secara menyeluruh sejak dini. Pemeriksaan oleh dokter mata diperlukan untuk mengetahui kondisi penglihatan sekaligus menentukan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata anak dilakukan melalui program sosial Vision Fest Myopia Care – Natamata di wilayah Gresik dan Lamongan. Program tersebut menjadi bagian dari gerakan edukasi, deteksi dini, dan pencegahan gangguan penglihatan, khususnya miopia pada anak usia sekolah.

Presiden Direktur Eyelink Group M. Rusli, ST., MMT., M.M., menegaskan setiap penanganan gangguan mata harus didasarkan pada hasil pemeriksaan yang komprehensif. Seluruh penanganan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan mata secara menyeluruh oleh dokter mata dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

“Dari peningkatan kasus mata ini, yang perlu menjadi perhatian bukan hanya jumlah kasusnya, namun bagaimana kita mampu menekan progresivitas atau pertumbuhan minus pada anak. Penglihatan yang optimal merupakan fondasi penting bagi anak untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi,” ujarnya. Rabu (12/8/2026).

Gerakan tersebut mendapat apresiasi dari jajaran Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan di wilayah Gresik dan Lamongan. Pemerintah daerah menilai edukasi mengenai kesehatan mata perlu terus diperkuat, terutama di lingkungan sekolah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Puspitasari Wardani, mengatakan peningkatan kasus miopia pada anak merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama. “Kami mengapresiasi hadirnya Gerakan Sosial ‘Vision Fest Myopia Care – Natamata’ sebagai upaya memperkuat edukasi, deteksi dini, dan pencegahan di lingkungan sekolah,” ujar Puspitasari.

Menurutnya, menjaga kesehatan mata anak tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan penyedia layanan kesehatan agar upaya menjaga kualitas penglihatan anak dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap gerakan ini dapat menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan penyedia layanan kesehatan dalam menjaga kualitas penglihatan anak Indonesia,” katanya.

Dia menambahkan, kemampuan melihat dengan baik memiliki peran penting dalam menunjang proses belajar. Anak dengan gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi dapat mengalami kendala saat mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Karena itu, pemeriksaan mata secara berkala dan deteksi sejak dini dinilai penting agar gangguan penglihatan dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi anak. “Sebab, anak yang dapat melihat dengan baik akan memiliki kesempatan belajar dan berkembang secara optimal,” imbuhnya.

Melalui Vision Fest Myopia Care – Natamata, kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan mata sejak usia sekolah diharapkan semakin meningkat. Gerakan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan mata bukan sekadar persoalan penglihatan, tetapi juga menjadi bagian penting dari tumbuh kembang anak dan kualitas pendidikan.

“Dengan deteksi lebih awal, orang tua dan sekolah diharapkan dapat lebih cepat mengambil langkah yang tepat ketika ditemukan gangguan penglihatan pada anak,”pungkas puspitasari.

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut