Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas Pria yang Diduga Bersama ASN Bangkalan Mengerucut, Keluarga Duga Korban Terjebak Love Scam
Advertisement . Scroll to see content

Misteri ASN Bangkalan Tewas di Mobil Dinas Bandara Juanda, Keluarga Duga Korban Tewas di Lokasi Lain

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:54 WIB
  • author Nanang Ichwan
Misteri ASN Bangkalan Tewas di Mobil Dinas Bandara Juanda, Keluarga Duga Korban Tewas di Lokasi Lain
Proses evakuasi jenazah ASN Bangkalan di parkiran Bandara Juanda, Sidoarjo. Foto:ist.

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Misteri kematian RYS, aparatur sipil negara (ASN) asal Kabupaten Bangkalan, Madura, yang ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Internasional Juanda, Sedati, masih menyisakan banyak tanda tanya. Keluarga korban kini menduga RYS telah meninggal dunia di lokasi lain sebelum jasadnya dibawa dan ditinggalkan di kawasan bandara.

Dugaan tersebut disampaikan kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima, berdasarkan sejumlah fakta yang ditemukan keluarga selama proses pencarian hingga penelusuran rekaman CCTV.

Risang menjelaskan, korban terakhir kali meninggalkan rumah pada Kamis (18/6) dengan alasan ada urusan pekerjaan dan berpamitan kepada keluarga akan kembali pada Sabtu. “Korban berangkat seperti biasa untuk bekerja. Sebelum berangkat dia berpamitan kepada keluarga dan menyampaikan ada urusan pekerjaan serta akan pulang pada hari Sabtu. Malam harinya korban masih sempat membagikan lokasi yang menunjukkan dirinya berada di Malang,” ujar Risang, Kamis (25/6).

Menurut Risang, komunikasi korban dengan keluarga masih berlangsung hingga Sabtu pagi. Pada Jumat malam, korban sempat melakukan video call dengan adiknya.

Selain itu, korban juga masih berkomunikasi melalui pesan singkat dengan suaminya pada Sabtu dini hari. “Terakhir sekitar pukul 07.00 Sabtu pagi korban masih mengirim pesan kepada suaminya. Setelah itu tidak ada lagi komunikasi dengan keluarga,” katanya.

Kecurigaan keluarga mulai muncul ketika korban tidak kunjung pulang sesuai janji. Saat dihubungi pada Sabtu sore, tiga nomor telepon yang biasa digunakan korban sudah tidak aktif. “Hal tersebut bukan kebiasaan korban. Karena itu keluarga langsung merasa curiga dan mulai melakukan pencarian secara mandiri,” jelas Risang.

Keluarga baru mengetahui keberadaan korban setelah mendengar informasi dari pemberitaan media terkait penemuan sebuah mobil di area parkir Bandara Internasional Juanda pada Rabu (24/6). “Keluarga sebenarnya berencana melapor kehilangan ke polisi pada Selasa. Namun pada Rabu sekitar pukul 11.30 kami mengetahui informasi dari media terkait kendaraan yang ditemukan di Bandara Juanda. Setelah dicocokkan, nomor polisi tersebut merupakan mobil yang biasa digunakan korban,” ungkapnya.

Dalam penelusuran lebih lanjut, keluarga memperoleh rekaman CCTV yang menunjukkan seorang pria mengemudikan mobil korban saat memasuki area parkir bandara. Pria tersebut terlihat mengenakan kaus biru, masker putih, dan kacamata. “Berdasarkan CCTV pintu masuk parkir, terlihat seorang laki-laki mengemudikan kendaraan. Saat dicocokkan dengan rekaman lain, hanya pengemudi itu yang terlihat keluar dari mobil sebelum berpindah ke angkutan umum. Tidak ada orang lain yang keluar dari kendaraan hingga korban ditemukan di dalamnya,” terang Risang.

Temuan itu menjadi dasar dugaan keluarga bahwa korban kemungkinan telah meninggal sebelum kendaraan tiba di Bandara Juanda. “Berdasarkan fakta yang ada, kami menduga korban meninggal di lokasi lain kemudian dibawa ke Bandara Juanda dan ditinggalkan di area parkir,” tegasnya.

Hingga kini, identitas pria yang terekam CCTV tersebut masih belum diketahui karena wajahnya tertutup masker. Keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap identitas pria tersebut untuk memperjelas rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian korban.

Sementara itu, hasil otopsi yang dilakukan tim forensik juga masih belum diterima pihak keluarga. Risang mengatakan kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan lanjut membuat penyebab kematian tidak bisa disimpulkan hanya dari pemeriksaan luar. “Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut sehingga sulit membedakan tanda akibat proses pembusukan dengan kemungkinan adanya kekerasan. Kami masih menunggu hasil resmi otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” pungkasnya.

Editor: Aini Arifin

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut