Kuatkan Ekonomi Mikro di Tengah Krisis, Kemenperin RI Survey UMKM Kampung Logam Sidoarjo
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Kementerian Perindustrian RI, melalui pihak ketiga melakukan survey sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) logam, di kampung logam Desa Ngingas, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memvalidasi izin usaha dan keabsahan para pelaku UMKM.
Salah satu UMKM yang disurvey adalah PT. Borneo Iban Jaya Perkasa, yang bergerak di bidang jasa logam, plong, logam, produksi accessories dan sparepart. Perwakilan Kemenperin RI didampingi oleh staf dari dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten Sidoarjo, yang melakukan wawancara terkait kepemilikan usaha dan validasi keabsahan UMKM.
Diantaranya adalah adanya NIB atau Nomor Izin Berusaha, serta persyaratan usaha lainnya. Sejumlah hal yang hendak divalidasi itu sudah dikirimkan melalui formulir yang harus diisi para pemilik UMKM. Perwakilan Kemenperin RI, Intan, mengatakan survey yang dilakukan bertujuan untuk pembaruan data UMKM industri logam di Desa Ngingas, Kecamatan Waru, yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, sebagai kampung logam.
Hal itu bermanfaat untuk mendeteksi UMKM yang ada, sehingga memperkuat rantai pasokan dalam negeri. ”Tentunya akan ada pembaruan data UMKM indutri logam disini. Harapannya pihak UMKM ini bisa memasok produksinya ke sejumlah perusahaan besar”, ungkap Intan.
“Lebih lanjut, perusahaan besar yang bergerak di bidang yang sama, bisa menggandeng supplier dari dalam negeri sendiri”, imbuhnya. Selain di PT Borneo Iban Jaya Perkasa, survey juga dilakukan di UD Aji Batara Perkasa Mandiri, yang memproduksi aneka kerajinan logam.

Seperti sparepart motor, cutting laser logam, coating, hingga CNC Bubut. Disini, perwakilan Kemenperin RI RI dan Disperindag Sidoarjo, melihat proses aneka produk logam dan alur kerjanya.
Pemilik UD Aji Batara Perkasa, Syamsul, mengapresiasi validasi data UMKM yang dilakukan Kemenperin RI, ia berharap hasil survey ini menjadi pertimbangan Kemenperin RI untuk memberikan fasilitas dan dukungan kepada UMKM industry logam di desa Ngingas. “Kita berharap agar survey dan validasi data UMKM ini berkelanjutan. Tidak hanya sekedar survey, namun juga berdampak kepada keberlanjutan dan dukungan bagi industri kecil di kampung logam ini”, ujar Syamsul.
Hasil survey dan validasi ini kemudian akan dibawa ke Kementerian Perindustrian RI untuk dijadikan bahan kajian lanjutan pengembangan UMKM bersangkutan. Selain itu, pihak UMKM industri logam desa Ngingas, juga diharapkan bisa mengurus SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional).
Platform digital terintegrasi yang dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI ini berfungsi untuk mengelola dan memfasilitasi pelaporan data, bagi seluruh pelaku usaha sektor industri di Indonesia.
Dengan mendaftar di SIINas, UMKM mendapatkan keuntungan utama berupa kemudahan legalitas, akses ke program pembinaan pemerintah, dan jaminan pelaporan usaha yang lebih terstruktur. Hal ini juga membantu bisnis terdata secara resmi dalam basis data industri nasional.
Editor : Aini Arifin