get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Imlek 2577 Rupang Dewa Dewi Dibersihkan, Jadi Simbol Penyucian Diri Umat Konghucu

Jalan Sunyi Pengurus Muda Mudi Klenteng Tjong Hok Kiong, Tetap Aktif Melestarikan Ajaran Leluhur

Senin, 16 Februari 2026 | 16:27 WIB
header img
Budiono Irawan membersihkan rupang dewa bersama salah satu pengurus klenteng Tjong Hok Kiong Sidoarjo. Foto: Hidayat Adi.

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Momen menjelang Imlek menjadi sesuatu yang istimewa bagi sejumlah pemuda pemudi di klenteng Tjong Hok Kiong, Sidoarjo. Tak terkecuali saat ritual memandikan rupang dewa dewi, menjelang perayaan tahun baru Imlek Kongzili 2577.

Dari belasan orang yang bekerja sama membersihkan dan memandikan rupang dewa dewi, nampak sejumlah pemuda pemudi turut serta.

Beberapa orang generasi muda umat Khonghucu itu terlihat mencolok diantara lainnya, sebab kebanyakan mereka yang membersihkan rupang dewa dewi adalah orang-orang tua. “Kami disini bahu membahu membersihkan rupang dewa dewi. Mereka yang usianya muda itu merupakan golongan muda mudi di klenteng Tjong Hok Kiong, yang masih aktif membantu kegiatan disini,” ujar Toni Hartanto, ketua klenteng Tjong Hok Kiong Sidoarjo.

Pengurus muda mudi klenteng Tjong Hok Kiong, Budiono Irawan mengakui jika hanya sedikit generasi muda di bawah usia 40 tahun yang terlibat dalam kegiatan klenteng Tjong Hok Kiong Sidoarjo. “Dari sekitar 30 anggota muda mudi di klenteng ini, hanya sekitar 10 orang yang biasanya aktif,” ujar Budiono.

Mereka biasanya terlibat dalam sejumlah kegiatan agama maupun sosial. “Kalau paling aktif biasanya saat ulang tahun klenteng,” imbuh pria berusia 39 tahun itu. Meski hanya sedikit generasi muda yang aktif membantu kegiatan di klenteng Tjong Hok Kiong, Budiono dan sejumlah rekannya tidak mau berputus asa.

Mereka tetap membantu para pengurus klenteng yang usianya jauh di atas mereka, agar ada yang meneruskan tradisi budaya maupun ritual di klenteng ini. “Motivasi kami tentu saja ingin ada yang meneruskan tradisi dan ritual leluhur kami. Kalau tidak ada yang mau aktif hari ini dari generasi mudanya, siapa yang akan mewariskan dan meneruskan ajaran Konghucu ini,” terang Budiono.


Salah satu pengurus muda mudi klenteng Tjong Hok Kiong memasangkan baju rupang dewa dewi menjelang perayaan Imlek Kongzili 2577. Foto: Hidayat Adi.

Untuk menarik minat generasi muda, pengurus muda mudi klenteng Tjong Hok Kiong biasanya mengadakan kegiatan kunjungan ke klenteng lain. Upaya itu dilakukan agar ikatan persaudaraan sesama umat, terutama generasi muda di klenteng ini tetap terjaga dan lestari. “Kami biasanya mengadakan kunjungan ke klenteng lain, misalnya di Tuban atau lainnya. Harapannya agar kebersamaan antar muda mudi tetap terjaga,” ujar Budiono.

Lebih lanjut Budiono mengatakan generasi muda di agama Khonghucu harus melihat semangat generasi muda di agama lain, yang begitu semangat melakukan kegiatan agama maupun berperan aktif dalam kegiatan sosial.

Meski ia mengakui jumlah generasi muda agama Khonghucu sedikit, namun itu tak boleh menyurutkan semangat. “Kami berharap juga, kita bisa memotivasi anggota lainnya, agar ikut aktif dan mendukung setiap kegiatan klenteng. Sebab kita tahu, klenteng Tjong Hok Kiong in ikan juga merupakan klenteng tua yang punya nilai Sejarah di Sidoarjo,” pungkas Budiono.

Untuk diketahui, klenteng Tjong Hok Kiong yang ada di jalan Hang Tuah, kelurahan Sidoklumpuk, merupakan klenteng tertua di Sidoarjo. Rumah peribadatan umat Khonghucu ini dibangun pada tahun 1863 silam.

Pendirinya adalah para pedagang asal Tionghoa yang berlayar hingga sampai ke Sidoarjo. Selain Dewi Kwan Im, dewi utama di klenteng Tjong Hok Kiong adalah yang mulia Macho Thian Siang Seng Bo, atau yang lebih dikenal dengan dewi laut.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut