get app
inews
Aa Text
Read Next : Pelajar Tabrak Pejalan Kaki di Bypass Krian Sidoarjo

Ada Virus Nipah, Masyarakat Diminta Tidak Panik, Balai Karantina Kesehatan Perketat Pemeriksaan

Kamis, 05 Februari 2026 | 19:23 WIB
header img
Petugas BBKK Surabaya, memantau monitor yang mendeteksi suhu tubuh para pelaku perjalanan di bandara internasional Juanda. Foto: Humas BBBK Surabaya

Jika dalam pemeriksaan ditemukan ada pelaku perjalanan yang diindikasi terjangkit nipah, BBKK Surabaya telah menyiapkan alur rujukan. Rumah sakit rujukan yang ditunjuk adalah RSUD dr Soetomo Surabaya yang telah memiliki fasilitas ruang isolasi. “Kalau ada yang terindikasi, langsung kami rujuk ke RS dokter Soetomo untuk pemeriksaan lanjutan dan isolasi bila diperlukan,” kata Rosidi.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan dinas kesehatan kabupaten/kota jika pelaku perjalanan yang bergejala melanjutkan perjalanan ke daerah. Rosidi menegaskan, hingga saat ini BBKK memastikan belum ada kasus virus Nipah terkonfirmasi di Jawa Timur.

Meski demikian, BBKK Surabaya belum menemukan kasus nipah yang menjangkiti manusia. “Artinya sampai sekarang kami belum menemukan kasus Nipah pada manusia di wilayah Jawa Timur. Tapi pengawasan tetap berjalan 24 jam,” tegas Rosidi.

Rosidi kembali mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, dengan tetap menjaga kesehatan serta meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada informasi terkait nipah, yang belum jelas kebenarannya. Dilansir dari berbagai sumber, gejala virus nipah adalah demam tinggi yang disertai sakit kepala hebat.

Selain itu gangguan pernafasan (batuk, sesak nafas, dan sakit tenggorokan). Gejala pencernaan seperti muntah dan kesulitan menelan dan nyeri otot yang persisten juga menjadi tanda. Pada tahap yang lebih parah, virus ini dapat menyebabkan ensefalitis atau radang otak.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut