Proyek Rumah Pompa Kedungpeluk Deviasi 46 Persen, Bupati Subandi Ancam Tandai Kontraktor Wanprestasi
Selanjutnya Bupati juga menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo untuk mengetatkan pengawasan proyek tersebut, agar selesai sesuai batas waktu tambahan yang ditetapkan.
Kepala DPUBMSDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono menjelaskan, progres pembangunan rumah pompa Kedungpeluk sudah sekitar 60 persen. Dwi mengungkapkan, salah satu kendala utama di lapangan adalah kondisi tanah di tebing sungai yang sangat gembur.
Hal tersebut menyebabkan longsoran, ketika ada tekanan air, baik dari aliran sungai maupun dari sumber air lain yang dipengaruhi pasang surut laut. “Pasang air laut saat ini mencapai sekitar 120 sentimeter, sehingga debit di seluruh wilayah pesisir ikut meningkat. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan pembangunan,” jelasnya.
Rumah pompa Kedungpeluk dirancang tidak hanya sebagai sarana pompanisasi, tetapi juga sebagai pengendali genangan untuk wilayah pesisir Kecamatan Candi, serta tiga desa di Kecamatan Tanggulangin. Sistem ini akan terintegrasi dengan estafet pembuangan air dari rumah pompa Kedungbanteng melalui jalur hilir.
DPUBMSDA menargetkan rumah pompa Kedungpeluk memiliki kapasitas dua kali lipat dibandingkan rumah pompa Kedungbanteng, yakni mencapai 2.400 liter per detik. Adapun kapasitas pompa di Kedungbanteng sebesar 1.200 liter per detik, sementara di Banjarpanji sebesar 400 liter per detik. “Dengan peningkatan kapasitas ini, diharapkan genangan di wilayah pesisir Kecamatan Candi dan Tanggulangin dapat dikendalikan secara optimal. Selain pompanisasi, kami juga melakukan peningkatan aliran pesisir dan pembangunan dam untuk memperkuat sistem pengendalian air,” pungkasnya.
Sementara saat sidak di rumah pompa Kedungbanteng dan Banjarpanji, Subandi menjelaskan bahwa akan ada tambahan 5 pompa yang akan dikerahkan di daerah Tanggulangin. "Kami sudah akan menambah lima pompa untuk di wilayah Tanggulangin ini diharapkan dapat mengurangi debit air yang ada di Tanggulangin," katanya.
Disela-sela sidak rumah pompa, Bupati Subandi juga melakukan kunjungan ke dapur umum. "Kami siapkan makanan tiap hari sebanyak 4000 porsi, siang hari 2.000 dan malam hari 2.000, selain itu juga air bersih, MCK, serta posko kesehatan," jelasnya.
Editor : Aini Arifin