IJTI Korda Kediri Gelar FGD, Fahamkan Masyarakat Perbedaan TV Analog dan Digital

Ichwan
.
Kamis, 24 Maret 2022 | 00:50 WIB
Sesi foto bersama pihak panitia dan narasumber dari kiri ke kanan Dr.Aprilani M,Si, Roma Duwi Juliandi ketua IJTI korda Kediri dan Dr.(cand) Ahmad Wiliyanto S.Sos, M.Ikom

 

 

KEDIRI, iNews.id-Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Kediri menggelar forum grup discussion (FGD) di ruang pertemuan Graha II A Dinas Kesehatan Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/3/2022).

FGD kali ini untuk menyongsong perubahan televisi analog ke digital. Untuk mendukung acara tersebut, pihak IJTI Korda Kediri menghadirkan dua narasumber yang sangat kompeten yakni Dr.(cand) Ahmad Wiliyanto S.Sos, M.Ikom, yang juga menjabat sebagai Kepala Biro iNewsTV  Jawa Timur dan Dr. Aprilani M,Si.

"Beliau berdua kami undang untuk memberikan materi menyongsong perubahan televisi analog ke digital. Ini sangat penting agar masyarakat faham," kata Ketua IJTI Korda Kediri Roma Duwi Juliandi.

Bukan hanya menghadirkan dua narsum, IJTI Korda Kediri juga mengundang tokoh masyarakat. Termasuk, pihaknya juga mengundang legislatif, yudikatif, dan eksekutif setempat.

"Harapan kami nanti hasil FGD ini bisa ditularkan semua undangan yang hadir di sini kepada masyarakat luas," ungkapnya.

Pemaparan Dua Narsum Bikin Pencerahan

Dr.(cand) Ahmad Wiliyanto S.Sos, M.Ikom, Kepala Biro iNewsTV Jawa Timur dan Dr. Aprilani M,Si, dua narasumber yang dihadirkan mencerahkan para peserta FGD perbedaan antara televisi analog dengan digital.

Penjelasan dari narasumber Dr.(cand) Ahmad Wiliyanto S.Sos, M.Ikom, Kepala Biro iNewsTV Jawa Timur misalnya. Ia menerangkan soal migrasi industri televisi dari analog ke digital memang sudah saatnya. Apalagi, tuntutan perkembangan teknologi tak bisa dihindari.

Bagi industri, lanjut dia, transformasi ke televisi digital ini sesuatu yang juga menguntungkan karena kualitas dari gambar yang diterima pemirsa atau penonton itu bagus. 

Dengan begitu, setiap program yang ditayangkan akan maksimal, tidak ada lagi pemirsa atau penonton yang kesulitan menerima audio visual.

"Utamanya yang berada di daerah pinggiran soal kualitas penerima gambarnya kurang bagus. Dengan adanya migrasi analog ke digital ini semuanya menjadi teratasi dari sisi audio visual," imbuhnya.

Sementara Dr. Aprilani M,Si sepakat dengan pendapat Kabiro iNewsTV Jatim itu. Aprilani mendorong pemerintah untuk mengencarkan sosialisasi kepada masyarakat migrasi TV analog ke digital.

"Kita berharap ada konsep yang praktis, pas untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait migrasi TV analog ke digital agar masyarakat faham betul," ungkapnya.

Lebih jauh menurut dia, sebenarnya ini topoksinya dipemerintah dalam hal ini Kominfo, memang leading sektornya secara nasional kampanye literasi digital ini di Kominfo RI. 

"Akan tetapi kalo tidak dibarengi  stakeholder dibawah akan susah, masyakat kita yang memiliki lingkup wilayah yang berbeda beda sehingga penangkapan sinyal pun juga berbeda disetiap wilayah," sebutnya.

"Kongkritnya harus ada relasi migrasi analog ke digital secara serius. Ada sosialisasi yang praktis, misalkan membeda ini TV online ini TV streming, ini smart TV kita harus praktis karena kita tidak lagi bicara kualitatif, ini kita bicara fakta dilapangan, tentang perangkat teknis problemnya kan itu," pungkasnya.

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Follow Berita iNews Sidoarjo di Google News

Bagikan Artikel Ini