Jejak Digital Sekdin PRKP Bangkalan Dibongkar, Polisi Lacak Pria Berinisial E Lewat HP Korban

Nanang Ichwan
Jejak digital korban bersama terduga pelaku di Hp korban. (Foto: Istimewa).

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Pengungkapan kasus kematian Sekretaris Dinas (Sekdin) Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, terus menunjukkan perkembangan. Penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo kini memperkuat penelusuran jejak digital dengan memanfaatkan telepon genggam milik korban untuk melacak pria berinisial E yang diduga terkait dalam perkara tersebut.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan penyidik juga berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur guna mempercepat pengungkapan kasus yang telah berjalan lebih dari sepekan sejak jasad korban ditemukan.

Meski demikian, hingga Jumat (3/7), pihak keluarga mengaku belum menerima perkembangan terbaru terkait status hukum maupun keberadaan pria yang diduga terlibat. "Sampai saat ini polisi belum memberikan kejelasan sama sekali soal status terduga pelaku tersebut," ujar Risang, Jumat (3/7).

Menurut Risang, telepon genggam korban menjadi salah satu barang bukti penting karena menyimpan berbagai informasi yang dapat mengarah kepada identitas terduga pelaku. "Di dalam HP korban ada semua itu, mulai wajah, alamat, nomor handphone terduga pelaku, bisa ditracking itu," katanya.

Selain menelusuri jejak digital, penyidik juga mendalami informasi bahwa sebelum peristiwa itu terjadi, korban dan pria yang diduga terlibat sempat menginap di sebuah hotel di kawasan Malang. Informasi tersebut diperkuat dengan video yang sempat diunggah korban melalui akun TikTok.

Dalam video itu tampak pemandangan kolam renang yang direkam dari lantai atas sebuah hotel. Meski memiliki sejumlah informasi, Risang enggan mengungkap lebih jauh identitas pria yang diduga terlibat. Menurutnya, membuka informasi secara luas justru dikhawatirkan dapat mengganggu proses penyelidikan dan pengejaran yang masih dilakukan aparat kepolisian.

Ia juga menilai berbagai kabar yang beredar mengenai lokasi persembunyian terduga pelaku belum bisa dipastikan kebenarannya. "Informasi itu (pengejaran di Jawa Tengah) masih abu-abu karena dalam waktu sepekan lebih dia bisa berada di mana saja," pungkasnya.

Editor : Aini Arifin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network